Telkomsel
Home > Lain-Lain > Penipuan > Penipuan Berantai dari Telkomsel

Penipuan Berantai dari Telkomsel


1420 dilihat

Sekitar akhir Juni sampai dengan awal Juli 2012 saya mendapat sms dari Telkomsel, yang isinya tentang promo bahwa saya memperoleh 70 menit bicara setelah sms ke 5115 dengan format DM ON dan promo berlaku hingga tanggal 11 Juli 2012. Tanggal 5 Juli 2012, saya melakukan isi ulang pulsa simpati di no 0812186xxxx s/ Rp. 20.000,-. Saya lalu sms ke 5115 dengan format sda tapi ternyata tidak ada balasan. Berarti promo diatas adalah promo penipuan dari Telkomsel yang pertama. Saya tidak complain karena tidak ada dana yang terpotong. Tanggal 6 Juli 2012 jam 10.58 WIB saya terima sms dari TELKOMSEL, yang isinya : Terimakasih atas isi ulang Anda. Anda dapat memperoleh 100 Menit+50 SMS+512 kB (00.00-18.00) dengan mengetik CM1000 kirim ke 8999.Tarif hanya Rp1000! Saya (lagi-lagi) ikuti promo tersebut dengan mengirimkan sms ses info sda sekitar pukul 11.00 WIB.

Ternyata setelah sms, saya mendapat jawaban dari 8999: Ma’af Anda belum melakukan isi ulang min denominasi Rp10000. Saya cek ke *887#, pulsa saya sudah terpotong Rp.1000,-. Sms dari Telkomsel yang berisi promo CM menunjukkan penipuan dari Telkomsel yang kedua, sms dari 8999 menunjukkan penipuan yang ketiga. Lalu saya menghubungi layanan pelanggan berbayar Rp.300,- per telepon di no 188 sekitar pukul 11.20, pertama saya diterima oleh operator yang mengaku bernama Ibu Davin, saya sampaikan keluhan saya tentang promo di atas, tetapi jawaban yang disampaikan ‘ga nyambung’: Bp balas smsnya harus di hari yang sama dengan saat menerima sms promo tersebut? Saya sudah jelaskan bahwa sms yang saya terima dan sms dari saya ke 8999 adalah sekitar 30 menit lalu. Hal ini menunjukkan ketidakprofesionalan petugas terdepan Telkomsel.

Lebih parah lagi, permasalahan saya belum juga terselesaikan, sambungan saya diputus. Saya langsung menghubungkan kembali ke 188 (berarti saya mengeluarkan Rp.300,- kembali untuk permasalahan yang sama). Diterima oleh Ibu Ami, saya minta disambungkan langsung dengan Ibu Davin dan saya jelaskan bahwa Ibu Davin telah memutuskan sambungan telepon yang sebelumnya dan saya tidak mau mengulang percakapan saya kembali. Dijawab oleh Ibu Ami: tidak mungkin petugas Telkomsel memutuskan sambungan telepon dan menyatakan bahwa hal tersebut bisa terjadi karena gangguan jaringan. Dari pernyataan Ibu Ami tsb bisa dimaknai bahwa dia berbohong(dengan mengatakan tidak mungkin rekannya memutus sambungan telepon) atau dia yang merendahkan jaringan Telkomsel (dengan mengatakan gangguan jaringan); yang mempunyai slogan; jaringan terluas dan terbaik.

Kemudian saya diminta menunggu untuk melakukan pengecekkan,setelah menunggu sekitar 5 menit, Ibu Ami menginfokan bahwa tidak ada track record percakapan saya sebelumnya dan tidak ada petugas yang bernama Ibu Davin. Bagaimana mungkin perusahaan telekomunikasi sebesar Telkomsel tidak bisa melihat data percakapan 5 menit sebelumnya? Sedangkan kasus-kasus korupsi di Indonesia justru bisa terungkap dengan membuka rekaman percakapan sekian tahun lalu? Pembohongan demi pembohongan terus dilakukan baik dari sisi sms promonya ataupun dari petugas operator Telkomselnya.

Atau apakah ini suatu modus korupsi terbaru dari pihak penyedia layanan telekomunikasi? Dimana pelanggan dikirimkan sms promo tapi ternyata promonya tidak ada dan pelanggan tetap diambil dana ses nom promonya? Bayangkan jika hal ini terjadi setiap hari terhadap 109,9 juta pelanggan telkomsel (telkomsel.com, 30 April 2012), berarti laba yang diperoleh sekitar 109,9 miliar per hari melalui cara seperti di atas? Dimohon pihak-pihak terkait agar dapat menindaklanjuti keluhan dari saya agar hal seperti ini tidak terjadi kepada yang lain.

Agar pihak Telkomsel membenahi sistem pengiriman sms promonya, agar benar-benar seleksi memilih petugas yang merupakan ujung tombak pelayanannya, sehingga tidak memutuskan pembicaraan sebelum permasalahan dari pelanggan terselesaikan dengan baik, tidak berbohong terhadap pelanggan dan tidak menjelek-jelekkan perusahaan tempat ia bekerja. Kepada Dewan Redaksi YTH, saya mengucapkan banyak terima kasih atas kesediaannya memuat surat keluhan saya.

Hormat saya,

nursahid
jl lenteng agung rt 13/5
jaksel




Source : kompas


Baca Juga





SuratPembaca

Cari keluhan surat terbuka resmi dan curhat terbaru sebagai sarana komunikasi dari seluruh konsumen untuk produk terkenal di Indonesia.

Hubungi Kami

Silahkan hubungi kami jika ada pertanyaan dan menjadi partner
Jakarta, Indonesia

Jika ada yang merasa tidak sesuai / sebaiknya dihapus, tolong sertakan link yang anda maksud pada halaman ini dan memastikan sumber dari surat pembaca sudah ditutup / masalah terselesaikan / dihapus.
Akan diproses 1 s/d 7 hari.

Kirimkan Masukan

letstalk@suratpembaca.com
Senin - Jumat
09:00 - 17:00

Sosial

suratpembaca apps