Home > Informasi > Telekomunikasi > Pencurian pulsa dan data oleh TELKOMSEL

Pencurian pulsa dan data oleh TELKOMSEL


374 dilihat
Jakarta, 19-9-2014 Saya pertama kalinya berlangganan TELKOMSEL beberapa bulan yang lalu karena kebanyakan keluarga kami menggunakan nomor TELKOMSEL, supaya mudah dan murah mereka memaksa kita mempunyai nomor TELKOMSEL. Alasan saya selama ini memakai TELKOMSEL adalah sama seperti saya menggunakan speedy, yaitu kelihatannya murah, tetapi mahal dan sering terjadi kesalahan hitung, belum lagi sering trouble di koneksi. Waktu saya mau menandatangani perjanjian berlangganan di Grapari sales counternya menanyakan HP apa yang akan saya pakai, yaitu Iphone 5. Sales counter ini mengingatkan saya untuk memakai paket data karena sering terjadi kerancuan dan pembayaran yang tiba – tiba meledak. Saya bilang tidak perlu, karena cellular data saya selalu off dan saya menggunakan layanan dari firstmedia melalui wifi dirumah. Saya seperti diingatkan sama Tuhan akan hal ini dan sesudah kartu saya masukkan ke HP saya memastikan sampai 5x bahwa selular data telah off. Istri saya pun gaptek, hanya bisa we chat,FB, WhatsApp, sms dan telpon. Social media selalu menggunakan wifi rumah, karena jaringan TELKOMSEL sudah off datanya. Beberapa bulan kami memakai aman – aman saja, dengan limit Rp.100.000 (standar). Tgl 17 – 9 nomor saya diblok karena belum membayar dengan pemakaian Rp 81.000 Tgl 18 – 9 saya melakukan pembayaran dan istri saya (yang memakai nomor itu) sore harinya protes ke CAROLINE karena setelah dibayar blokiran belum dibuka. Pada saat penyelesaian masalah istri saya ditawarkan untuk naik limit ke Rp.200.000,- yang disetujui istri saya (bukan saya, selaku pemilik nomor). Tanggal 19 -09 pagi tiba-tiba muncul sms memberitahu bahwa istri saya telah mencapai soft limit Rp.160.000 diikuti sms yang menyatakan istri saya menggunakan gprs senilai Rp.50.000. lebih murah bila saya membeli paket data mereka. Saya protes ke CAROLINE, kemudian istri saya juga menelepon CAROLINE yang kemudian memutuskan layanan data pada pukul 13.59. Kemudian HP disimpan. Jam 16.29 HP yang sudah disimpan (selama itu tidak ada yang pakai) itu tiba-tiba dikirimi sms lagi bahwa limit Rp.200.000 sudah tercapai, semua layanan akan diblokir. Saya tidak menuduh siapapun, tentunya TELKOMSEL dengan mudah bisa mengatakan Iphone itu yang rakus data, padahal selama ini (kurang lebih 4 bulan) layanan data kita selalu Rp.0, karena cellular data di Iphone selalu saya off, TELKOMSEL bisa saja memberikan data pemakaian. Tapi siapa yang pakai kalau cellular data selalu off? Masa di billing TELKOMSEL ada Tuyul yang nyuri pulsa dan data seperti itu? Hanya 2 hari setelah kenaikan limit tiba2 muncul pemakaian data, dalam 2 jam hilang lagi pulsa senilai Rp. 40.000,-… Aduh begini toh caranya TELKOMSEL meningkatkan revenue nya? TELKOM itu sudah go public loo. Pak Mentri BUMN, tolong nih diberesin anak perusahaan TELKOM RI jangan malu-maluin , masa ada sistim tuyul pada biling kita? Transparan dong. KPK diteliti dong sistim biling dan mega proyek TELKOMSEL, jangan kami yang jadi korban. Bagi pelanggan TELKOMSEL yang selama ini merasa dirugikan dan pelanggan lain yang masih belum “kena” program tuyul, ayo cek pemakaian anda, apakah ada yang aneh? Mungkinkah bisa diadakan semacam class action ? Semoga kasus saya menjadi pemblajaran dan peringatan bagi berjuta-juta pelanggan TELKOMSEL lain yang selama ini adem ayem, supaya memeriksa pemakaian mereka, apalagi yang baru naik limit / limitnya besar. Sementara nomor saya di blok, saya layangkan surat ini ke public untuk meminta tanggapan dan pertanggung-jawaban TELKOMSEL sebagai penyedia layanan. Hormat Saya, GERMANUS 08119959168



Source : kaskus
Silahkan Login / Daftar untuk memberi tanggapan




SuratPembaca

Cari keluhan surat terbuka resmi dan curhat terbaru sebagai sarana komunikasi dari seluruh konsumen untuk produk terkenal di Indonesia.

Hubungi Kami

Silahkan hubungi kami jika ada pertanyaan dan menjadi partner
Jakarta, Indonesia
letstalk@suratpembaca.com
Senin - Jumat
09:00 - 17:00

Sosial

suratpembaca apps