Home > Finansial > Asuransi > Belajar asuransi salah mengerti satu term 300 juta hampir melayang

Belajar asuransi salah mengerti satu term 300 juta hampir melayang


585 dilihat
Untung cuman 50 juta yang ilang.

Gini bro saya mau investasi 300 juta. Temen saya nganjurin avrist. Seharusnya saya membeli investasi murni. Awal awal kita nggak ngomong asuransi sama sekali.

Lha orang yang bujukin saya investasi kemudian bilang ada asuransinya aja dikit. Saya iseng juga sih namanya temen deket. karena ada masalah pengadilan juga kaarena pengen belajar juga, saya coba yang ada unsur asuransinya.

Banyak product asuransi kan seperti itu. Bisa di top up dengan investasi murni.. Baca term baik baik. Top up. Ada yang ngerti nggak artinya apa kalo belum pernah?

Nah top up nya itu kan sama ama reksa dana. Ya sama aja dong? Masuk akal kan?

Jadi kira kira saya investor dan agen asuransi menawarkan saya investasi. Kita sepakat "asuransinya" kecil saja yang banyak “investasinya.”

Produknya apa tidak penting asal bisa di "top up" dengan investasi murni. Saya juga mau belajar buat jadi agen soalnya. Produknya mak buat belajar aja.

Yang seharusnya dilakukan agen adalah mengatur preminya kecil saja lalu sisanya premi top up. Jadi maunya saya adalah beli, misalnya unit link atau asuransi atau apa lah 1 juta. Ya udah, unit linknya 1 juta saja. Lalu taro 99 juta top up buat investasi murni.

Lalu kalo bagus tambah lagi 200 juta semuanya top up.

Jadi saya punya "investasi" 299 juta yang judulnya "asuransi pendidikan" atau apa lah. Simple kan. Ya seharusnya investasi murni saja sih lebih simple lagi. Tapi mungkin 1 juta "product" lain itu ada manfaat hukum apa lah. Sekalian belajar coba coba karena saya mau jadi agen asuransi juga.

Yang dilakukan oleh agen adalah preminya segede mungkin premi top upnya malah kecil. Saya tidak diberi tahu beda premi dan premi top up itu apa. Sama sama mengandung kata premi ya mustinya nggak beda jauh dong?

Mungkin untuk memaksimalkan komisi. Ntah sengaja atau memang tidak ngerti. Itu juga kalo saya nggak Tanya Tanya lebih lanjut bisa bisa saya hilangnya jauh lebih banyak.

Masalah lain adalah kita ganti rencana baru. Dari pada beli langsung dari agen awal yang berpengalaman, ya kita semua sign up aja jadi agen downline lalu saya beli dibawah downline.

Kan semua jadi kebagian komisi kecil termasuk agen yang original yang toh tante dari suami dari agen langsung saya. Saya sendiri ikut jadi agen downline juga buat belajar. Ya coba coba lah. Satu tujuannya adalah belajar mengenal asuransi dengan ikut beli sedikit. Ntar rencananya kita cerita cerita oh ini komisi berapa, oh iya angus ya, etc.

Jadi agen langsung saya orang yang baru jadi agen dan saya client pertama dia. Saya sendiri waktu tanda tangan premi tidak tau apa itu premi apa itu premi top up. Di seluruh perjanjian asuransi tidak dijelaskan kalo yang saya mau itu sebetulnya top up nya. Premi top up itu investasinya. Saya mau investasinya bukan asuransinya. Asuransinya kecil aja sekedar buat belajar.

Agennya tanya, ini premi berapa, premi top upnya berapa?

Lha kita kan udah sepakat asuransinya kecil investasinya banyak.

Saya waktu itu bingung. Premi dan premi top up bedanya apa? Ya pokoknya diaturlah biar investasinya gede asuransinya kecil. Saya tanya angus nggak? Oh angus. Wah jangan. Lalu dirubah rubah lagi.

Jadi agennya memasukkan 50 juta premi dan 50 juta premi top up. Mungkin tadinya 100 juta semuanya premi. Bisa jadi 300 juta semuanya premi. Karena saya tanya tanya ya 50 juta premi dan 50 juta premi top up.

Lalu saya tanya lagi. Investasi berapa asuransi berapa? Oh semua investasi. Oh ya sudah.

Sesudah 1 taon saya kaget. Ternyata 50 juta preminya angus. Orang menyalahkan saya. Seharusnya saya mencheck dengan teliti 27 halaman polis asuransi.

Tapi masalahnya tidak di situ.

1. Majoritas aturan di 27 halaman itu mengatur uang premi yang seharusnya paling mentok 1 juta saja. Jadi kalo salah ngerti apa lah ya paling ilang 1 juta. Yang saya mau investasinya, Top upnya. Bukan productnya. Asuransinya ya asal coba coba lah pengen tau juga.
2. Di 27 halaman polis asuransi itu tidak dijelaskan detail premi top up itu apa. Yang seharusnya gedeitu premi top upnya. Yang saya inginkan bukan productnya tapi produk sampingannya yaitu investasi top up dengan return 33%-37%
3. 27 halaman asuransi itu lebih diuntukkan bagi mereka yang tertarik dengan asuransi betulan. Saya investor. Saya nggak butuh asuransi kecuali sedikit buat belajar jadi agen. Saya tertarik dengan investasi dan memang ditawarkannya investasi dengan “sedikit” manfaat asuransi.

Awal awal saya kira agennya nipu dan perusahaan asuransinya deceptive karena tidak menulis dengan jelas kalo premi itu angus dan premi top up itu investasinya. Saya bingung saya ditawarin investasi kok 50%nya angus (dan bisa jadi 100% kalo semuanya premi). Saya kira ini sengaja karena mengejar komisi. Saya marah marah.

Lalu ketemu upline dari agennya yang menjelaskan kalo preminya nggak angus. Saya lebih marah lagi sampe pergi. Udah susah sekali mencari penjelasan di 27 halaman kalo preminya angus, ternyata bahkan agennya sendiri bilang nggak angus.

Padahal masalahnya bukan di situ. Masalahnya preminya seharusnya memang kecil. Jadi angus kek apa kek nggak penting. Yang mustinya gede premi top upnya.

Agen either karena nggak ngerti atau ngejar komisi sengaja atur preminya yang gede dan top upnya kecil tanpa menjelaskan ke saya premi itu apa dan premi top up itu apa.

Saya mau minta perusahaan asuransinya membetulkan kesalahan.

1. Menghilangkan semua manfaat asuransi untuk tahun yang belum terjadi. Tahun kedua, ketiga sampai tahun 96. Karena toh saya tidak tertarik asuransi.
2. Menyesuaikan nilai premi yang saya sudah bayar dengan penghilangan manfaat asuransi tersebut. Sisanya dianggap top up saja.
3. Mengganti agent saya dengan yang lebih proffesional
4. Saya juga mengundurkan diri sebagai agen. Udah kapok saya dengan dunia asuransi yang menurut saya amat amat amat amat berbahaya. Gila. Salah ngerti satu term duit 300 juta bisa ilang. Untung cuman 50 juta.

Kalo ini dilakukan saya tidak perlu surrender paket saya. Dan kita tidak perlu menyelesaikan ini di lembaga konsumen, BMAI etc. http://www.kaskus.co.id/post/55f8f56...9975050f8b4568

Saya sih bersyukur banget cuman 50 juta ilang. Kalo saya lebih hand off lagi ama si agen bisa bisa saya sudah taro 300 juta, ngakunya “semua investasi” dengan “manfaat asuransi” yang kecil, lalu udah 300 juta ilang lenyap dalam “investasi”.

Kayaknya di dunia ini hal sesederhana ini aja kita nggak bisa "hand off" bingung juga saya kalo semua saya musti tau detail sendiri. Saya sendiri pernah tanya ama agen kenapa preminya dibikin gede. Kenapa nggak premi top upnya yang gede.

Jawabannya nggak jelas. Katanya unit link memang gitu lah apa.



Source : kaskus
Silahkan Login / Daftar untuk memberi tanggapan




SuratPembaca

Cari keluhan surat terbuka resmi dan curhat terbaru sebagai sarana komunikasi dari seluruh konsumen untuk produk terkenal di Indonesia.

Hubungi Kami

Silahkan hubungi kami jika ada pertanyaan dan menjadi partner
Jakarta, Indonesia
admin@suratpembaca.com
Senin - Jumat
09:00 - 17:00

Sosial