PT. KAI dan Dinas Perhubungan
Home > Transportasi & Fasilitas Umum > Fasilitas Umum > Nasib Kereta Api Kelas Ekonomi

Nasib Kereta Api Kelas Ekonomi


997 dilihat

Saya adalah pengguna berlangganan (KTB) KA. Penataran yang setiap hari berangkat pagi dan pulang kerja sore dengan menggunakan KA. Penataran Malang Surabaya Pp. Pelayanan yang diberikan KA. tersebut saya kira cukup baik. Bahkan cukup patut diacungi jempol (salut) karena kita pengguna layanan boleh dikatakan menjadi lebih tertib diantaranya duduk sesuai dengan no tempat duduk, tidak merokok dlm gerbong saling menghormati (tepo seliro) antara penumpang reguler maupun non reguler ataupun petugas dari PT. KAI yang menumpang ataupun saat bertugas. Kebersihan dan keamanan yang terjaga sesuai dengan slogan yang terpampang di setasiun Kt. Baru Malang yg intinya Bekerjalah dengan Hati maka akan mendapatkan hasil yang luar biasa (indah sekali apabila dibaca).

Akan tetapi hal tersebut sepertinya hilang musnah lenyap bagai diterjang badai? Sejak selasa tgl. 5 Juni 2012 pelayanan kami dapatkan itu hilang tidak temui lagi?

1. Jumlah Gerbong, Semula Gerbong yang dibawa 7 gerbong sekarang menjadi 5 gerbong, dapat dibayangkan kita berjubelan berdesakan. Kasihan ibu-ibu anak dan manula terutama saat jam sore (pulang kerja)kadang terdengar umpatan yang kurang sopan saat didengar.

2. Gerbong yang terkunci, ada 1 gerbong yang selalu terkunci (dikawat) dari total 5 gerbong itu dan tidak boleh diduduki atau dimasuki penumpang dibawa mondar mandir kaya setrika tanpa isi (kosong) saking jengkel dan marahnya penumpang. Kawat itu pun kita putus dan rusak serta dimasuki gerbong tersebut untuk tempat duduk daripada berjubelan kaya sayur.

3. Kebersihan toilet yang dulu selalu wangi dan terjaga sekarang tidak ada lagi dan tidak nampak petugas kebersihan yang lalu lalang

4. Jumlah Security keamanan yang semakin berkurang dan tampak acuh dengan kejadian saat ini. Sangat bertolak belakang dengan dulu yang kita bisa bersenda gurau, ngobrol tampak sekali keeratan diantara penumpang dan petugas PT. KAI.

5. Tiket penumpang yang semula bernomor tempat duduk dan On line sekarang menjadi tiket umum berwarna hijau murahan dan tidak bernomor tempat duduk (tiket suka-suka. siapa cepat dan duluan maka dapat tempat duduk dan siapa yang terlambat terutama saat meloncat naik maka berdirilah dia sampai gempor tidak perduli ibu bawa anak ataupun manula).

Dari ke empat poin diatas sangatlah menunjukkan secepat itukah perubahan yang terjadi dan akankah masih akan dipertahankan keadaan ini? Sangatlah disayangkan yang semula dengan kerja keras dibangun system yang baik bagus indah dan saling peduli kini menjadi acuh tak peduli dan rusak dalam hitungan beberapa hari. Kasak kusuk dari mulut ke mulut dan saya dapatkan dari rekan seperjalanan yang juga pegawai dan petugas dari PT. KAI. Bahwa ada pemangkasan biaya operasional dari pusat (pusat antah barantah saya juga tidak tahu).

Adanya KA. yang anjlok di daerah Semarang, info yang saya dapatkan dari salah satu radio swasta di Surabaya (koq rasanya janggal karena daerah operasinya saja sudah berbeda?) Paling tidak diadakan sosialisasi atupaun pemberitahuan dari pihak PT. KAI ataupun jawatan yang terkait, kenapa harus terjadi perubahan yang seperti ini? ingat kerja keras anda, untuk membangun sistem yang baik dan teratur. Apakah akan digantikan menjadi kelas Eksekutif? Sehingga gusur saja kelas Ekonomi? Tidak jarang kami menemui turis asing menikmati perjalan dengan KA. Ekonomi. Decakan kekaguman akan pemandangan indah, bukit yang indah, Sinar mentari pagi yang mempesona entah apalagi yang mereka ocehkan ke kita.

Akankah kerusakan ini akan diteruskan dan biarkan. Kalaupun iya Selamat Jalan KA. Ekonomi di Jawa Timur (Daop 8) terutama KA. Penataran dan KA Doho beserta kru, terima kasih atas dharma baktimu akan kami kenang selalu jasamu dan semoga Allah SWT memberikan selalu barokah kepadamu. Selamat jalan dan tabur bunga melati untukmu.

anton witjaksono
Perum Bululawang J/1a
Malang




Source : kompas


Baca Juga





SuratPembaca

Cari keluhan surat terbuka resmi dan curhat terbaru sebagai sarana komunikasi dari seluruh konsumen untuk produk terkenal di Indonesia.

Hubungi Kami

Silahkan hubungi kami jika ada pertanyaan dan menjadi partner
Jakarta, Indonesia

Jika ada yang merasa tidak sesuai / sebaiknya dihapus, tolong sertakan link yang anda maksud pada halaman ini dan memastikan sumber dari surat pembaca sudah ditutup / masalah terselesaikan / dihapus.
Akan diproses 1 s/d 7 hari.

Kirimkan Masukan

letstalk@suratpembaca.com
Senin - Jumat
09:00 - 17:00

Sosial

suratpembaca apps