Home > Lain-Lain > Penipuan > UPH BAZAAR Penipuan

UPH BAZAAR Penipuan


479 dilihat

Surat ini kami tulis sebagai bentuk kekecewaan kami terhadap Panitia Universitas Pelita Harapan dan Perusahaan Event Organizer Global Persada Digital; dalam memberikan kerja sama yang baik untuk penyelenggaraan Event Bazaar Week UPH 21. Seperti yang telah banyak di ketahui bahwa Bazaar Week UPH selalu diharapkan untuk menarik puluhan ribu mahasiswa untuk datang ke UPH. Kami dari IND.USTRIE Kitchen &Coffee di undang untuk meramaikan acara tersebut. Namun apa yang kami harapkan sebagai acara yang terorganisir dengan baik,ternyata menjadi event paling buruk yang pernah kami ikuti. Event berlangsung selama 10 Hari 18-28 Agustus. Dimulai dari hari loading yang dimana bersamaan dengan Hari Kemerdekaan 17 Agustus - disini pihak kami sebagai tenant telah memberi tahu kepada EO bahwa ini sangat tidak memungkinkan untuk memaksa pekerja untuk datang pada tanggal merah.EO dan panitia mengatakan tidak ada yang dapat mereka lakukan. Jika tidak tanggal tersebut kami diharuskan baru loading pada pukul 6 pagi pada hari H, yang dimana acara dimulai pukul 9. Disini harus kami jelaskan bahwa product kami adalah makanan fresh yang harus disiapkan hari itu juga. Persiapan booth dan makanan pada saat yang bersamaan sangat tidak memungkinkan. Pada hari loading kami tidak menemukan satupun panitia yang memsupervisi area acara. Disitu kami juga menemukan bahwa lokasi acara sangat berbeda dari yang telah di jelaskan pada awal penawaran acara; Di bawah pepohonan arteri UPH. Kami di tempatkan di lapangan parkir dosen yang dimana terkena terik matahari yang luar biasa tanpa penggunaan pendingin apapun. Petugas loading kami mengikuti petunjuk nama yang telah di tempelkan panitia pada setiap tenda. Booth kami, kami setup sesuai dengan papan nama tersebut Malam harinya kami di email oleh pihak EO yang mengatakan kalau ada kesalahan penempelan nama, yang dimana kami diharuskan untuk memindahkan seluruh booth kami . Disini pemindahan booth di anggap enteng oleh pihak panitia, yang dimana contractor pemasangan booth kami sudah tidak ada. Akhirnya kami dipaksa pindah dengan bantuan beberapa orang dari EO dan panitia. Selama hari pertama berlangsung kami diharapkan untuk menjual makanan yang fresh dan mengundang customer. Namun dengan traffic yang hampir tidak ada , kami mengaku sangat kecewa di perlakukan secara tidak manusiawi terutama dengan panas yang berlebih; kualitas makanan kami menurun. Pihak EO pun kami informasikan, dan jawaban mereka lantas mengatakan bahwa ini bukan tanggung jawab kami namun panitia. Ketika kami bertemu dengan Ibu panitia yang notabene sedang 'jalan- jalan' survey; kami tuangkan kekecewaan ini. Tanggapan beliau hanya "sabar ya, kan hanya baru hari pertama; muridnya baru masuk hari rabu." Jika ini adanya bukankah seharusnya event dimulai pada hari rabu saja? Bukankah pihak EO dipekerjakan untuk memberikan konsultansi berbasis fakta dari event event sebelumnya? Event macam apa yang mengundang tenant dan kami hanya disuruh menunggu Disini kami sangat terkejut, dikarenakan tanggapan ini menyepelekan kondisi kami yang terjemur dari jam 9 -5 sore tanpa ada asistensi apapun dari panitia. Pada akhir hari barulah orang-orang teknis panitia meletakan satu kipas air per 2 booth. Pada akhir hari pertama seluruh product kami rusak karena panas, dan penjualan hanya sekitar 5 buah item. Dengan kondisi seperti ini kami memutuskan untuk menunggu hari rabu untuk beroperasi kembali.Pada hari rabu pagi, kami mendapati orientasi tenda telah berubah dengan beberapa tenant yang pernah mengikuti event sebelumnya mendapatkan spot paling depan. Dengan positive thinking kami berharap untuk menjual lebih banyak hari itu. Dengan layout yang hanya mengakomodir beberapa pihak, customer lantas mencari tempat berbelanja yang lebih nyaman di bawah kanopi; bagian kami yang dikatakan sebagai VIP spot kosong melompong. Merasa sangat dirugikan, kami mulai bertanya dengan tenant2 yang berada pada posisi yang sama dengan kami; dan dari pembicaraan kami; kami menemukan bahwa pembayaran harga sewa booth bervariasi dari tenant ke tenant yang dimana booth kami di charge 25% lebih banyak dibandingkan dengan tenant- tenant yang lain. Secara musyawarah kami meminta pertanggung jawaban dari pihak EO maupun Panitia UPH dan penjelasan atas kondisi kami. Seperti sebelumnya Pihak EO dan Panitia bermain sandiwara saling melempar tanggung jawab. EO mengatakan untuk harap dimaklumi dikarenakan event ini pertama kalinya di kepalai oleh dosen dosen UPH. Panitia mengatakan "dealing kalian dengan pihak EO bukan dengan kami".Sebagai tenant toleransi kami rasa sudah cukup selama 3 hari berlangsung. Mereka memberikan kami solusi untuk memindahkan tenda seperti tenant- tenant yang lain. Disini sudah cukup jelas dimana letak keprofesionalismean UPH; peletakan yang tidak ada aturan maupun prosedur yang pasti. Terhitung ini adalah event ke 21 mereka, penanganan keluhan dari dosen-dosen yang berwewenang sangat tidak profesional- terutama untuk Management Hospitality Lecturer. Dari diskusi ini tercetus 2 solusi yang dimana beberapa tenant dipindahkan ke pintu masuk, dan mengeluarkan diri dari event ini. Awalnya kami setuju dengan pemindahan tersebut, karena IND.USTRIE pada dasarnya mengikuti event ini dengan harapan yang positif dan tanpa problem, namun setelah ditelaah ulang, pemindahan tenda tidak akan merubah kondisi lapangan yang tidak kondusif dikarenakan layout dan peletakan yang buruk dan ketidakprofesionalan pihak panitia dan Event Organizer. Dari IND.USTRIE pada akhirnya memutuskan untuk tidak mengikuti event ini lagi. Dengan tenggang rasa kepada panitia dan EO untuk mengurangi jumlah harga sewa/ hari yang kami ada disana. Dengan jawaban klasik EO dan UPH kami diminta untuk sabar dan menunggu selama 2 minggu lamanya; yang dimana hasilnya sudah cukup tertebak mereka menolak pengembalian Uang kami pada tanggal 11 September. Kami sebagai pengusaha merasa bahwa ini adalah penipuan besar yang telah dilakukan oleh institusi ternama. Dimana perguruan tinggi yang seharusnya mengadvokasikan moril yang baik kepada murid-muridnya adalah tempat paling bobrok dan ingin menang sendiri. Mungkin di dalam bisnis memang ada untung dan ruginya, namun jika kerugian ini didatangkan dari penyelenggara acara dan menggunakan alasan berbasis ketidak kompetenan beberapa pihak; tidak seharusnya acara ini diselenggarakan. Kami sebagai tenant merasa telah mematuhi peraturan yang diberikan oleh UPH dan EO Global Persada Digital.Pada perjanjian yang di berikan oleh UPH dan EO GPD menjanjikan 60.000 orang traffic, yang dimana tidak terpenuhi.Dalam business waktu adalah uang, jikalau kami disamakan dengan tenant yang hanya ada sebagai penggembira acara; mungkin UPH harus memikirkan ulang target market acara mereka. Sudah pantas dan seharusnya Event Organizer dan Panitia mengutamakan kepentingan tenant bukan diri sendiri. Sekali lagi surat ini kami tuliskan untuk mengutarakan kekecewaan kami kepada institusi yang kami anggap cukup bonafide dan professional. Sekian Terima Kasih INDUSTRIE Team



Source : kaskus


Baca Juga





SuratPembaca

Cari keluhan surat terbuka resmi dan curhat terbaru sebagai sarana komunikasi dari seluruh konsumen untuk produk terkenal di Indonesia.

Hubungi Kami

Silahkan hubungi kami jika ada pertanyaan dan menjadi partner
Jakarta, Indonesia
admin@suratpembaca.com
Senin - Jumat
09:00 - 17:00

Sosial

suratpembaca apps