Home > Finansial > Perbankan & Kredit > Update OS Windows Membuat Board Laptop Lenovo Menjadi Eror

Update OS Windows Membuat Board Laptop Lenovo Menjadi Eror


53 dilihat

Setelah drama keluhan sejak 6 Mei 2021 di Service Center Lenovo yang dijawab pada 27 Agustus 2021 melalui e-mail, maka perkenankan saya meminta maaf kepada Lenovo Indonesia.

Pertama, maaf bila saya datang ke Service Center Bandung dengan keluhan. Saya, lewat kantor saya, membeli laptop tersebut di Riyadh Saudi Arabia pada 6 September 2019.

Bukti pembelian ada di apartemen saya di Riyadh yang tidak bisa saya kunjungi sejak 15 Maret 2020 akibat lockdown.

Andai saja Lenovo mau melihat database online maka data saya bisa didapat dengan mudah.

Mungkin hal ini merepotkan Lenovo Indonesia maka saya meminta maaf. Mungkin seharusnya saya datang dengan PO baru.

Kedua, maaf bila laptop saya bermasalah setelah update OS windows yang mungkin membuat board laptop jadi error karena overchargE. Seperti penjelasan Service Center Lenovo Bandung.

Seharusnya saya tidak perlu update Windows seperti halnya pengguna laptop merek lain.

Saya seharusnya aware bahwa laptop Lenovo E490 i7 milik saya mungkin tidak compatible dengan Windows update yang biasa dilakukan di laptop merek lain.

Mungkin ini konsekuensi saya membeli Laptop merek Lenovo maka saya minta maaf.

Ketiga, maaf bila saya berekspektasi tinggi atas merek Lenovo berdasarkan pengalaman mulai tahun 2006 saya pertama memakai IBM yang diteruskan Lenovo.

Pada masa lalu saya menggunakan 4 jenis laptop merek tersebut sampai tahun 2013 dan tidak pernah mengalami masalah.

Mungkin ekspektasi saya harus diturunkan sejak saat ini.

Keempat, maaf bila kemarin saya kaget bahwa untuk masalah laptop maka saya harus membeli full board seharga Rp 15.223.750 (PPN service) lalu diubah menjadi Rp 6.365.400 (belum PPN service).

Biaya yang mana bisa dipakai untuk membeli i7 dengan aspek terbaru bukan sekedar perbaiki laptop lama.

Maaf bila bagi saya solusi dan harga tersebut di luar kewajaran bagi laptop usia hampir 2 tahun.

Terakhir, saya minta maaf bila saya sudah melaporkan ke YLKI masalah ini dan menunggu follow up.

Sampai detik ini tidak ada kontak dari Lenovo via telepon meskipun disebutkan akan ada kontak dari Pusat.

Untuk itu, maka ke depan saya dan keluarga tidak akan membeli laptop merek Lenovo lagi untuk mencegah masalah purna jual di kemudian hari. Terima kasih. (DND)




Source : kompas


Baca Juga





SuratPembaca

Cari keluhan surat terbuka resmi dan curhat terbaru sebagai sarana komunikasi dari seluruh konsumen untuk produk terkenal di Indonesia.

Hubungi Kami

Silahkan hubungi kami jika ada pertanyaan dan menjadi partner
Jakarta, Indonesia
admin@suratpembaca.com
Senin - Jumat
09:00 - 17:00

Sosial

suratpembaca apps