PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Home > Finansial > Perbankan & Kredit > Saldo Tabungan BRI Terdebet, Itu kartu ATM Atau Kartu Kredit?

Saldo Tabungan BRI Terdebet, Itu kartu ATM Atau Kartu Kredit?


31544 dilihat

Tanggal 25 Febuari 2015 saya mau melakukan tarik tunai atm dan sebelumnya cek saldo dulu ternyata saldo - Rp.1.055.000,00 dan otomatis tidak bisa tarik tunai. Padahal terakhir saya ingat saldo saya masih Rp.2.944.464,00. Lalu saya coba cek di ATM BRI lainnya dan ternyata sama masih minus. Saya berfikir paling mesin ATM lagi pada troubel, masak saldo tabungan bisa minus? Hari berikutnya tanggal 26 Febuari saya coba cek lagi ke ATM dan ternyata masih minus, lalu saya langsung ambil buku tabungan dan melaporkan ke kantor BRI unit Bulumanis tempat buka buku rekening dan kebetulan dekat dengan rumah.

Saya minta CSnya untuk print out buku tabungan saya dan ternyata ada pendebetan 2 kali di tanggal 24 Febuari dengan kode keterangan yang tidak biasa (MDB03918) yang pertama terdebet Rp. 894.464,00 dan yang kedua Rp. 2.000.000,00. Padahal pada tanggal 24 Febuari saya tidak melakukan transaksi apapun. Lalu saya buat laporan ke CS dan ditanggapi dengan baik. Saya menunggu dan selalu mengecek terus ATM saya.

Pada tanggal 3 maret malam saya cek di ATM ternyata saldo yang Rp. 894.464,00 sudah dikembalikan lalu pada saat itu juga saya melakukan penarikan saldo Rp.800.000,00. Keesokan hari tanggal 4 Maret saya melaporkan ke Bank tempat saya melapor bahwa sebagian saldo saya yang sudah kembali dan menanyakan yang Rp.2.000.000,00 yang belum kembali.

CS memberi penjelasan yang didapat dari kantor pusat bahwa katanya saya pernah melakukan penarikan lewat ATM tanggal 2 febuari sebesar 2jt, 2jt,1jt dan transfer 2jt yang tercatat hanya tarik tunai 2jt,1jt, transfer 2jt dan yang tarik tunai 2jt tidak tercatat (jd katanya saya hutang di ATM pada saat itu). Padahal di buku tabungan tgl 2 febuari tercatat tarik tunai hanya 2jt, 1jt dan transfer 2jt. "Kenapa bisa begitu mbak? kok aneh bisa hutang?" (saya tanya ke CS). "Iya mbak, saya juga kurang tahu!" (jawab CS).

Karena uang di tabungan itu bukan milik pribadi saya, itu modal milik ibu saya yang selalu muter untuk berjualan. jadi saya laporan dulu ke ibu saya dan balik lagi ke kantor BRI bertemu dengan Ka.unit Bpk. Agung Widodo untuk memastikan ada kelanjutan menindak lanjuti lagi kasus ini. " iya kami akan coba tindak lanjuti, tapi semua butuh proses dan waktu." (jawabnya). "iya tidak apa-apa asal ditanggapi dan uang kembali." (jawab ibu saya).

Tapi keesokan harinya saya di telp untuk datang ke kantor dan saya disuruh ke belakang oleh pegawainya (saya gak perhatikan jabatannya). Disuruh duduk tapi ruangannya tidak tertutup karena pegawai yg lain bisa lewat dan masuk kapan saja dan melihat kami. Dari awal saya masuk, saya sudah merasa gak enak dan ternyata jawabannya masih tetap seperti cs kemarin. intinya uang saya hilang tidak kembali. tapi pegawai itu bilang " tidak hilang mbak, tapi uangnya buat bayar penarikan yang belum tercatat di tgl 2 febuari." .

Saya jawab lagi "itu kartu ATM apa kartu Kredit? Kenapa ambil uang di ATM sekarang bisa dipotong bulan berikutnya?". Pegawainya bilang "terserah mbaknya, gak apa-apa kalau bilang itu kartu kredit.". saya pulang dengan hati kesal dimana karyawan yang lain bisa ikut gabung dan melihat serasa di kroyok. bikin saya emosi, jadi saya mending pulang saja dulu dan mencari cara lain untuk menyelesaikannya. dilihat-lihat lagi kalau kantor unit Bulumanis emang radak semprawut ketimbang kantor unit yang lain dilihat dari antrian, pegawainya.

Tgl 9 Maret buat laporan lagi ke kantor cabang pati dan menunggu telp dari kantor pusat. tapi sampai sekarang tidak ada kepastian. Masuk kantor Cabang dan Unit beda sekali. Satpamnya memang siap sedia di depan pintu dan antrian rapi sedangkan di Unit Bulumanis Satpam sibuk keluar masuk kedalam ngurus komputer yang gak nyala, tempat kurang rapi, antrian juga kurang rapi.

NB:

1. bikin trauma untuk menyisakan saldo di tabungan, jadi ada transferan uang dari rekan kerja langsung ambil semua.

2. Membuat pilih-pilih kantor BRI yang karyawannya lebih baik pelayanannya.

3. lebih baik berikan layanan secara profesional dari pada kekeluargaan daripada disuruh legowo dan terima saja atas penjelasan yang diberikan.

4. berani menerima nasabah banyak harus lebih baik lagi sistemnya, pelayanannya dan lebih selektif lagi dalam menerima karyawan. Terima kasih sebelumnya.



Source : kompas


Baca Juga





SuratPembaca

Cari keluhan surat terbuka resmi dan curhat terbaru sebagai sarana komunikasi dari seluruh konsumen untuk produk terkenal di Indonesia.

Hubungi Kami

Silahkan hubungi kami jika ada pertanyaan dan menjadi partner
Jakarta, Indonesia
admin@suratpembaca.com
Senin - Jumat
09:00 - 17:00

Sosial

suratpembaca apps