Asuransi Abda Home > Finansial > Asuransi > Asuransi Kendaraan Abda Tidak Profesional

Asuransi Kendaraan Abda Tidak Profesional


5721 dilihat
Saya menjadi nasabah asuransi Abda karena memang hanya itu yang tersedia ketika saya membeli mobil saya saat ini dengan cara kredit. Saya sudah melakukan dua kali klaim asuransi untuk mobil saya dan keduanya tidak dapat dibilang berjalan dengan mulus. Yang saya angkat kali ini adalah kejadian klaim saya yang ketiga kalinya dalam kurun waktu hampir empat tahun. Klaim kali ini sungguh membuat saya dan keluarga meradang. Kronologisnya:

1. Klaim diajukan pada Juli 2014, pada saat itu surveyor yang pertama datang sungguh tidak sopan terhadap istri saya. Karena ingin buru-buru menyelesaikan Survey-nya dengan alasan sudah ditunggu istri di rumah. Sehingga tidak semua kejadian dicatat dengan tepat. Maka dari itu kami meminta survey ulang untuk yang kedua kalinya.

2. Mobil belum bisa saya masukkan ke bengkel karena pada saat itu kebetulan anak saya yang kedua harus menjalani terapi secara rutin ke dokter ahli, sehingga tidak memungkinkan untuk mobil dimasukkan ke bengkel.

3. Juni 2015, setelah terapi anak saya sudah bisa dilakukan tidak setiap hari, saya memutuskan untuk mencoba memasukkan mobil ke bengkel rekanan Abda dengan menggunakan hasil survey yang terdahulu. Sayapun tidak yakin masih bisa digunakan, tetapi yang saya yakin tidak mungkin data klaim saya bisa hilang begitu saja di sistem Abda.

4. Ternyata kenyataannya lain. Data saya hilang di Abda, mobil saya mangkrak di bengkel rekanan selama hampir dua minggu tanpa ada kejelasan dari Abda. Dengan hanya dalih sedang dicari dokumennya, saya menawarkan solusi untuk dibuat saja klaim baru, tapi langsung ditolak mentah-mentah oleh pihak Abda karena dokumen yang lama harus ditemukan terlebih dahulu.

5. Akhirnya karena sudah jengkel saya memaksa untuk dibuat klaim baru saja yang di setujui dengan setengah hati oleh pihak Abda.

6. Saya memasukkan klaim baru dan membuat janji dengan surveyor langsung di bengkel rekanan di pada pukul 2 siang. Sang surveyor mengatakan bahwa saya harus tiba di bengkel tepat jam 2 karena dia sudah ada janji lainnya. Ok, saya kesal tapi masih diam. Saya ke bengkel menggunakan KRL tapi apa mau disangka, saya telat 10 menit dan sang surveyor sudah meninggalkan saya. Ketika saya hubungi ternyata surveyor tersebut punya janji survey jam setengah tida di Slipi. Dimana logikanya!? Membuat janji jam 2 di Tanjung Barat sedangkan setengah jam kemudian ada janji di Slipi?

7. Akhirnya saya hanya diberikan secarik form untuk menuliskan rangkaian kejadian tanpa ada kesempatan untuk memberikan penjelasan secara langsung.

8. Hasilnya sudah bisa ditebak, SPK turun dengan 7 kejadian. Padahal saya mendiskripsikan hanya 4 kejadian. Ketika saya hubungi pihak Abda dengan enteng mengatakan bahwa itu adalah kombinasi dari kejadian sebelumnya (2014) dengan kombinasi yang baru. Padahal jelas-jelas pihak Abda mengatakan bahwa kalim 2014 itu sudah di-close, yang saya artikan sudah tidak berlaku.

Sekarang giliran perhitungan uang, tiba-tiba klaim lama tersebut diberlakukan kembali?! Sungguh Abda tidak professional, tindakan ini sepeti tindakan warung makan pinggir jalan yang seenaknya menembak harga barang dangan mereka. Bahkan cara pihak Abda berkomunikasi dengan sayapun tidak mencerminkan bahwa saya adalah konsumen mereka.

Asuransi saya dengan Abda akan berakhir November 2015. Sungguh saya akan berpikir beribu kali utnuk meneruskan asuransi saya dengan Abda lagi. Lebih baik saya membeli asuransi kendaraan dengan harga premi yang lebih mahal tetapi yang penting pelayanan memuaskan.



Source : kompas
Silahkan Login / Daftar untuk memberi tanggapan




SuratPembaca

Cari keluhan surat terbuka resmi dan curhat terbaru sebagai sarana komunikasi dari seluruh konsumen untuk produk terkenal di Indonesia.

Hubungi Kami

Silahkan hubungi kami jika ada pertanyaan dan menjadi partner
Jakarta, Indonesia
admin@suratpembaca.com
Senin - Jumat
09:00 - 17:00

Sosial