batavia air
Home > Transportasi & Fasilitas Umum > Transportasi Udara > Kelalaian Penumpang Pesawat Batavia

Kelalaian Penumpang Pesawat Batavia


897 dilihat

Pada tanggal 11 Juli 2010, Kira-kira Jam 7’00 Wita. Saya bersama keluarga Pulang Berlibur dari Manado (Sulawesi Utara) menuju Jakarta (Bandara Soekarno-Hatta), Naik Pesawat Batavia Flight Number Y6-632 dengan Nomor Tempat Duduk 11 A s/d 11 F. Didalam Pocket / Laci Tempat Duduk No.11F. saya menyimpan sebuah Kamera Merk Sony, Type DSC-WS 200, Cyber Shot. yang berisi dokumentasi kami selama berlibur di Manado. Pada tgl 11 Juli 2010, kira-kira Jam 9’30 Wib.

Pesawat tiba di Jakarta (Bandara Soekarno-Hatta) dan saya bersama keluarga turun dari pesawat. Pada tgl 11 Juli 2010, kira-kira Jam 10’00 Wib. Saat menunggu Bagasi, saya menyadari bahwa Kamera yang saya simpan didalam Pocket / Laci Tempat Duduk No.11F, telah tertinggal. Saya langsung menuju bagian transit dengan maksud mendapatkan izin kembali masuk ke pesawat yang telah kami tumpangi guna untuk mengambil Kamera yang tertinggal tersebut, Pihak Transit mengarahkan saya untuk melapor ke Kantor Bagian Pengaduan Kehilangan Bagasi. Pada tanggal 11 Juli 2010, kira-kira Jam 10’10 Wib. Di Kantor Bagian Pengaduan Kehilangan Bagasi, saya menunjukan Tiket saya sekaligus melaporkan tentang Kamera saya yang tertinggal di dalam Pocket / Laci Tempat Duduk No.11F, Pesawat Batavia yang baru Tiba dari Manado.

Saya dipersilahkan menunggu karena team security sedang bekerja dilapangan. Beberapa saat kemudian ada security mendatangi kantor dan saya diarahkan oleh pihak kantor untuk langsung melaporkan kejadian tersebut diatas, Kemudian security tersebut bergegas untuk menuju ke pesawat, guna menindaklanjuti laporan saya tersebut dan pada saat itu juga saya meminta di ikut kan untuk masuk kedalam pesawat guna untuk mencari dan mengambil barang tersebut. Pada tanggal 11 Juli 2010, kira-kira Jam 10’30 Wib. Ditengah perjalanan menuju pesawat kami bertemu (Jam 10’30 Wib) dengan security dengan Initial Nama “L” bersama seseorang (Kemungkinan Personil Cleaning service Pesawat) dan “L” mengatakan bahwa barang yang saya laporkan telah mereka cari dan hasilnya tidak ada lagi ditemukan alias telah hilang.

Dengan penuh kebingungan dan sangat kecewa, Saya dibawa kembali ke Kantor Pengaduan Kehilangan Bagasi. Pada tanggal 11 Juli 2010, kira-kira Jam 10’40 Wib. Di Kantor Pengaduan Kehilangan Bagasi bahwa Pihak Security “L” membuat Surat Resmi tentang Laporan saya tersebut dengan hasil bahwa Kamera saya tersebut telah hilang. Catatan dari Surat Resmi ini bahwa Pihak Security atas Nama “L” masih akan berusaha mencari kamera tersebut dan perkembangannya akan di informasikan melalui telepon ke saya. Pada tgl 11 Juli 2010, kira-kira Jam 11’00 Wib.

Saya melaporkan tentang Surat Resmi ini kepada Pihak Kantor Keamanan Bandara Soekarno-Hatta, guna untuk mendapatkan petunjuk tambahan dan hasilnya hanya memberikan saran supaya saya meminta nomor telepon pihak security bandara guna untuk dapat menanyakan perkembangan pencarian kamera tersebut. Pihak Keamanan Bandara tidak mempunyai akses terhadap permasalahan ini karena hal ini wewenang dari pihak security bagasi pesawat.

Saya kembali ke Kantor Pengaduan Kehilangan Bagasi dan meminta nomor telepon yang dapat saya hubungi guna konfirmasi tentang kelanjutan pencarian kamera saya tersebut. Pada tgl 11 Juli 2010, kira-kira Jam 21’56 Wib Saya ditelepon oleh “L” dan menceritakan tentang cara dan hasil tindaklanjut pencarian kamera tersebut sbb: • “L” telah menghubungi pihak Pramugari pesawat yang kami tumpangi tersebut di Padang dan hasilnya tetap nihil. • “L” telah mencari kamera tersebut di sampah pesawat dan hasilnya tetap Nihil. • “L” berpandangan dan lebih cenderung bahwa kamera tersebut hilang karena diambil oleh penumpang yang belakangan turun dari dalam pesawat. • Saya memohon untuk dukungan dari “L” guna menindaklanjuti tentang hal ini ke pihak management Batavia-Air, tapi “L” tidak respons dan memberikan alasan bahwa langkah ini akan membuat jadi ribut urusannya.

Pada tanggal 13 Juli 2010. Saya menindaklanjuti sekaligus rencana berkonsultasi tentang cara untuk mendapatkan kamera saya yang telah hilang tersebut melalui Pihak Management Batavia-Air di Bandara Soekarno-Hatta. Di Kantor Batavia-Air saya melapor kepada pegawai yang sedang berada dikantor tentang kronologis diatas dan rencana untuk dipertemukan langsung dengan Manager dengan Initial Nama “S” atau yang dapat mewakili. Pihak Kantor mengatakan bahwa “S” tidak dikantor dan saya diarahkan ke Counter 15 karena biasanya “S” berada disitu.

Saya menuju Counter 15 dan ternyata “S” sedang berada di Terminal C. Saya memohon kepada Pegawai Batavia-Air untuk diberikan nomor HP “S” tapi mereka tidak bersedia memberikannya. Saya memohon kepada Pegawai Batavia-Air untuk menghubungi “S” dan menceritakan tentang maksud saya dan mereka juga tidak bersedia untuk menghubunginya dan saya hanya disarankan untuk menunggunya dengan kepastian waktu maupun kedatangannya yang tidak jelas. Sambil menunggu “S” Saya berencana menjumpai “L” di Kantor Pengaduan Kehilangan Bagasi. Saya bertemu dengan Pihak Security Pesawat Batavia yang sedang bekerja dan mengatakan bahwa “L” sedang off.

Saya menceritakan tentang hal diatas dan mejelaskan tujuan kedatangan saya sekaligus menunjukkan Surat Resmi yang telah kami buat dengan “L” sebelumnya. Hasil diskusi saya dengan Pihak Security yang sedang bekerja pada saat itu bahwa kami sepakat untuk membuat Laporan dan Catatan tambahan di buku tamu mereka tentang kronologis diatas dan rencana kedatangan saya pada saat itu untuk ditindaklanjuti ke Pihak Management yang terkait langsung guna untuk mendapatkan Kesimpulan / Penjelasan Yang Pasti terhadap Laporan Kehilangan Kamera saya tersebut dan hal ini akan mereka informasi melalui telepon ke saya. Kami juga telah melakukan pelaporan melalui telepon sekaligus minta konfirmasi yang pasti dari Pihak Management Kantor Pusat Batavia-Air yang berada di Jalan Juanda Jakarta tentang status tindaklanjut dari Laporan Kehilangan Kamera tersebut.

Hingga saat ini (Tanggal 12 Agustus 2010), bahwa konfirmasi yang pasti dari Pihak Security dan Management Batavia-Air terhadap tindaklanjut dari Laporan dan Catatan yang telah dibuat selama ini “TIDAK ADA” sesuai harapan kami. Kesimpulan dan Himbauan dari saya: 1. Perlu kita sadari bahwa Resiko Kelalaian Penumpang Pesawat Batavia sangat Fatal. 2. Bagi yang mendapatkan dan sudi mengembalikan Kamera saya tersebut maka saya akan memberikan hadiah sebesar 15 Juta. 3. Alamat saya (Bobman Sinaga) : • Jalan : Mahkota 3, Blok B6, 39, RT 04, RW 014, • Kelurahan Tugu, • Kecamatan Cimanggis, • Kota Depok, • Jawa Barat. •

Bobman Sinaga
Jln. Mahkota 3 Blok B6 no. 39 RT 04 RW 014
Depok




Source : kompas


Baca Juga





SuratPembaca

Cari keluhan surat terbuka resmi dan curhat terbaru sebagai sarana komunikasi dari seluruh konsumen untuk produk terkenal di Indonesia.

Hubungi Kami

Silahkan hubungi kami jika ada pertanyaan dan menjadi partner
Jakarta, Indonesia
admin@suratpembaca.com
Senin - Jumat
09:00 - 17:00

Sosial

suratpembaca apps