Home > Transportasi & Fasilitas Umum > Transportasi Udara > issue mengenai kebijakan connecting flight Lion air

issue mengenai kebijakan connecting flight Lion air


381 dilihat
dear agans, mao curhat nih mohon maaf kalo ada yang salah baik claim, asumsi, atau istilah yang ane pake (karena ane awam urusan penerbangan gini). Ane ditinggal pesawat & harus beli tiket baru nih, kejadiannya 2 Agustus 2014 kemarin lusa. Di liburan idul fitri ini saia jalan2 ke Jakarta & pesan tiket PP di travel agent setempat (kabupaten Berau-Kaltim). Untuk perjalanan pulang (Jakarta - Berau), ane pake LION AIR. Rute yang ditempuh = Jakarta (CGK) - Balikpapan (BPN) (transit) - Berau (BEJ). Semua maskapai selalu melalui rute yg sama, hanya saja untuk lion air kalo ke Beraunya harus pindah ke pesawat Wings air. berikut tiketnya: Pesawat dijadwalkan landing di Balikpapan jam 08:05 pagi & lanjut terbang lagi ke Berau pake wings air jam 08:45 (jeda 40 menit). Pada saat landing di Balikpapan ane ke toilet bentar trus langsung antre proses transit (menurut CRO Lion, landingnya tepat waktu, ane gak tau pasti karena HP ane mati & gak bisa liat jam) Di bandara Balikpapan hanya ada 1 loket untuk proses lapor transit buat semua flight Lion air so antreannya cukup panjang. Ane ikutan antre trus langsung ke gate, eh tau2 pesawatnya udah take off Oleh petugas gate ane disuruh lapor ke kantor CRO/Ambassador (kepanjangannya Customer Relationship Officer kalo gak salah) untuk minta pindah ke penerbangan selanjutnya. di kantor CRO Lion air, oleh petugas disitu ane dibilangin harus beli tiket baru dan hanya ditanggung 10% oleh maskapai karena dianggap "no show", alasannya nama ane udah dipanggil 5 kali oleh petugas gate tapi gak nongol2 (secara ane kan masih antre dibawah & panggilannya gak kedengeran ). Dapet jawaban gitu dari CRO, ane coba call ke call center lion air (021-63798000), jawabannya = silahkan diurus di kantor CRO di Balikpapan karena kronologisnya yang tau adalah CRO di bandara yang bersangkutan. CSnya bilang: CS: "harusnya kalo pesan connecting flight, transit timenya minimal 2 jam atau kalo bapak pesan connecting flight yg transit timenya singkat seperti ini harusnya petugas check in di jakarta langsung sekalian meng-check in-kan yang balikpapan supaya gak usah antre lagi" ane: "kalo memang systemnya lion ada kebijakan minimum transit time untuk connecting flight adalah 2 jam, kok travel agentnya bisa terbitin tiket gini ya?" CS: "mungkin oleh orang travel agentnya dipaksa pak" ane: "so saya mesti gimana nih?" CS: "bapak berurusan dengan CRO disana ya pak, karena yang tau kronologisnya adalah CRO setempat" Trus kebetulan ane punya teman di Surabaya yang punya kenalan karyawan Lion air, namanya D#### (nama gak perlu ane sebut kali yak, takutnya kenapa-kenapa), katanya sih levelnya lumayan tinggi di Lion, tapi doi gak membawahi Lion air Balikpapan. Ane ngomong sama si D#### ini trus hp ane ane kasiin ke petugas CRO Balikpapan untuk ngomong langsung. Ane gak tau mereka ngomong apa trus si CRO call seseorang (mungkin atasannya), akhirnya ane dikasih kebijakan ditanggung 50%. Tiket BPN-BEJnya dihargain 596k, so ane nombok 298k. Duitnya sih gak seberapa, tapi apa memang seperti itu ya aturannya? Kok kesannya gak fair: pihak Lion air (baik CRO maupun CS call center) menyalahkan travel agent karena paksa terbitin tiket dengan transit time terlalu singkat (seharusnya minimal 2 jam). Ane sih awam soal system & programming yak tapi kalo logika ane, yang namanya system kok pake bisa dipaksa gimana ceritanya? >_< misalnya di analogikan jumlah hari dalam 1 bulan kalo dalam Juli cuma sampai tanggal 31, ane mao PAKSA terbitin transaksi sampai tanggal 32 bukankah seharusnya systemnya bisa ngeblock/protect? Begitu juga dengan case ini, kalo memang ada aturan transit time minimal 2 jam, kenapa systemnya gak dibuat supaya orang yang pesan connecting flight harus pilih tiket yang jeda transit timenya > 2jam, kok pake acara bisa maen paksa >_< CS call center sendiri juga bilang "kalo connecting flight yang transit timenya singkat gini, petugas check in di bandara Jakartanya mestinya langsung check-in in sekalian untuk transitnya". Dengan kata lain: [*]Lion air sendiri secara tidak langsung mengakui bahwa system mereka bisa meng approve tiket connecting flight dengan transit time dibawah 2 jam (asalkan petugas check-in yg ada di bandara asal- bisa jeli untuk langsung proses check-in transitnya sekalian) [*]Lion air sendiri mengakui bahwa ini keteledoran petugas check in Lion air di bandara Jakarta yang gak langsung proses check-in untuk transitnya Lion air balikpapan hanya menyediakan 1 loket untuk melayani proses lapor transit untuk sekian banyak flight yang menyebabkan antriannya panjang/lama. Kebijakannya terkesan gak terstandarisasi, awalnya dianggap hangus (no show, diganti 10% doank), trus kebetulan ane punya teman yang punya kenalan orang lion air jadi bisa dapet keringanan jadi 50%. Mungkin kalo ane pasang tampang sangar atau pake label pejabat atau polisi/TNI, bisa jadi ane gak dibikin gini yak, nasib jadi rakyat jelata Udah kapok lah pake lion air, never again >_< apa agan-agan ada yang bisa kasih pencerahan? Sebenarnya hak penumpang untuk kasus ginian gimana sih? Apa ada tips untuk menghindari kejadian serupa? Selama ini pemahaman ane, kita pesan connecting flight justru untuk menghindari kejadian seperti ini (asumsi ane kalo pesan tiket terpisah takutnya karena satu dan lain hal bisa tertinggal ditengah perjalanan, sedangkan kalo 1 tiket ane asumsikan penerbangan kita terjamin sampai tujuan, ternyata asumsinya salah ). Ane setiap naik pesawat ke pulau jawa pasti selalu transit di Balikpapan cuman ane jarang pake lion air, kalo naik maskapai lain seringkali di balikpapan cuma tetap duduk di dalem pesawat (gak usah turun/antrian transit) atau kalaupun pake turun/pindah pesawat/pesawat dibersihkan, waktu yg diperlukan untuk antre transitnya gak terlalu panjang, tapi kebetulan beberapa bulan ini Balikpapan udah pake bandara baru & jauh lebih luas dibandingkan bandara lama, so waktu yang dibutuhkan untuk jalan dari terminal kedatangan ke security check & gate keberangkatan otomatis juga lebih lama. Apa iya setiap mau transit kita harus buru2 turun dari pesawat & potong antrean orang karena harus buru2? mohon pencerahan



Source : kaskus
Silahkan Login / Daftar untuk memberi tanggapan




SuratPembaca

Cari keluhan surat terbuka resmi dan curhat terbaru sebagai sarana komunikasi dari seluruh konsumen untuk produk terkenal di Indonesia.

Hubungi Kami

Silahkan hubungi kami jika ada pertanyaan dan menjadi partner
Jakarta, Indonesia
letstalk@suratpembaca.com
Senin - Jumat
09:00 - 17:00

Sosial

suratpembaca apps