Carrefour
Home > Perdagangan > Grosir & Supermarket > Pengalaman Buruk Belanja di Carrefour

Pengalaman Buruk Belanja di Carrefour


2001 dilihat

Hari Jumat tanggal 24 Agustus 2012, saya dan keluarga pergi berbelanja di Carrefour tangCity, karena tertarik dengan promo di koran tentang minuman ringan dan juga promo es krim yang tercetak di catalog. Pada saat berbelanja, istri saya hendak membeli dispenser air minum. Tapi ternyata harus dibayar sendiri, terpisah, tidak bias digabung menjadi satu dengan belanjaan yang lain. Saya memutuskan untuk berkeliling berbelanja keperluan yang lain dulu, mengingat saya dan istri hanya berdua membawa 2 anak kecil (4 bulan dan 16 bulan), 1 stroller dan juga 1 trolley belanja. Trolley yang saya gunakan adalah trolley baby, sehingga jika dispenser dimasukkan ke trolley, saya tidak dapat berbelanja keperluan lain. Saat melewati rak pasta, saya melihat ada promosi spaghetti San Remo (dari harga 16.xxx menjadi 9.xxx atau 10.xxx, nominalnya saya tidak ingat persis). Ketika sedang memilih, saya melihat ada belatung di salah satu bungkus spaghetti tersebut.

Saya langsung memanggil staff Carrefour yang langsung menyingkirkan beberapa item dari merk tersebut. Kekecewaan saya berlanjut ketika mencari produk yang di promosikan di koran, disebutkan minuman ringan dari merk tertentu didiskon menjadi seharga 7990. ternyata saya tidak menemukan satu pun produk yang sedang di promosikan. Saat hendak membayar, saya membayar di kassa lantai bawah, dengan antrian yang panjang (ada 4-5 orang di depan saya) dan kassa yang dibuka hanya 2. padahal Carrefour berjanji akan membuka kassa lain jika antrian di depan customer lebih dari 2 orang. Saya harus mengantri skitar 15-20 menit. Sedangkan saya juga berbelanja beberapa produk makanan beku dan ikan segar.

Setelah membayar istri saya ditegur karena masih menggunakan trolley baby, sedangkan belanjaan sebagian sudah dipindah. Istri saya berkata bahwa kami akan masuk lagi untuk bertransaksi produk elektronik karena transaksinya tidak bisa digabung. Security tersebut menjawab dengan ketus, bayar masing-masing saja, satu di sini dan satu lagi di sana. Setelah bertransaksi, saya cek ada beberapa harga yang tidak sesuai, sehingga saya harus ke customer service untuk komplain. Dan di sana pun pelayanannya tidak menyenangkan. Beberapa item seperti es krim yang ditulis harganya 15.200, ternyata yang tercetak 21.xxx dijawab oleh staff CS, bahwa tertulis mulai dari.

Saya bertanya, apakah ada merk es krim tersebut yang seharga 15.200 di rak? Kalau ada, saya ingin menukar produk tersebut. Ternyata pihak CS Carrefour setuju untuk mengganti beberapa item yang harganya tidak sesuai dengan yang dipromosikan. Kekecewaan saya tidak berhenti sampai di situ, ketika hendak masuk kembali ke dalam toko untuk membeli dispenser, istri saya sempat bertanya ke CS, apakah bisa dititipkan di penitipan barang, dijawab bahwa bisa dititip saja di pos security. Ketika saya hendak menitipkan di pos security, dijawab tidak bisa, barang boleh dibawa masuk saja, tetapi dilakban oleh pihak security.

Setelah berdiskusi dengan istri saya,akhirnya saya memutuskan untuk mencoba masuk dengan trolley yang biasa, sementara istri menggendong anak yg kecil sambil mendorong stroller anak yg besar. Saya menunggu security me-lakban plastic belanjaan saya. Saat sedang dilakban, saya lihat security tersebut mengambil plastic belanjaan dengan seenaknya, tanpa melihat apa isi belanjaan tersebut, padahal beberapa sudah saya susun dengan rapi dan ada 2 plastik berisi pot tanaman kecil-kecil. Saya langsung menegur security tersebut.

Memang harga pot tersebut tidak seberapa, tetapi saya sudah memilih-milih tanaman yang hendak dibeli dengan seksama, sementara security Carrefour dengan seenaknya mengangkat dan mengikat plastic tanaman tersebut, sehingga setelah saya periksa beberapa tanaman rusak dan tanahnya pun berantakan di dalam plastiknya. Saya kemudian langsung membawa trolley ke CS, dan saya memaksa untuk menitipkan trolley disitu, karena saya tidak ingin barang bawaan saya bertambah rusak dengan perlakuan Security Carrefour yang seenaknya.

Akhirnya setelah saya tiba di rumah, ternyata es krim yang dibeli sudah leleh karena lamanya antrian dan tanggapan yang tidak sigap dari customer service dan isinya tumpah karena perlakuan pihak Carrefour yang seenaknya terhadap belanjaan konsumen. Ternyata Carrefour hanya memikirkan keuntungan semata tidak memikirkan kualitas, menjual produk yang sudah busuk dan pelayanannya juga buruk, menyusahkan konsumen yang harus melakukan transaksi terpisah untuk pembelian barang elektronik. Dan juga perlakuan staffnya yang seenaknya terhadap konsumen.

Benedick Marthin
JL. Betet XV No.18
Tangerang




Source : kompas


Baca Juga





SuratPembaca

Cari keluhan surat terbuka resmi dan curhat terbaru sebagai sarana komunikasi dari seluruh konsumen untuk produk terkenal di Indonesia.

Hubungi Kami

Silahkan hubungi kami jika ada pertanyaan dan menjadi partner
Jakarta, Indonesia

Jika ada yang merasa tidak sesuai / sebaiknya dihapus, tolong sertakan link yang anda maksud pada halaman ini dan memastikan sumber dari surat pembaca sudah ditutup / masalah terselesaikan / dihapus.
Akan diproses 1 s/d 7 hari.

Kirimkan Masukan

letstalk@suratpembaca.com
Senin - Jumat
09:00 - 17:00

Sosial

suratpembaca apps