Lippo Cikarang Tbk.
Home > Lain-Lain > Lainnya > Lippo Cikarang Merugikan Warga

Lippo Cikarang Merugikan Warga


2905 dilihat

Pada bulan Februari 2012 saya pergi ke cashier Lippo Cikarang untuk membayar tagihan air saya bulan Desember 2011-Januari 2012. Saya memang biasanya membayar air setiap 2 bulan. Namun saya kaget ketika cashier menyatakan bahwa total tagihan Desember-Januari saya sebesar Rp. 1,063,606. Lalu Cashier menyatakan bahwa yang membuat tagihan saya besar adalah tagihan air Desember, yang jumlahnya adalah Rp. 733,920 (untuk pemakaian air sebesar 192 meter kubik air). Saya langsung shock! Pemakaiaan air saya selama 5 bulan sebelumnya adalah sekitar 13 meter kubik air. Lalu saya langsung menuju customer service Lippo Cikarang yang berada di gedung yang sama.

Saya menanyakan kepada seorang Customer Service Officer kenapa tagihan air saya bisa sebesar itu. Saya jelaskan bahwa saya adalah wanita single, hidup sendiri, tidak pernah mencuci mobil dan tidak pernah menyiram tanaman. Dalam kata lain, saya hanya menggunakan air untuk keperluan mandi, cuci, kakus. Saya katakan silahkan verifikasi hal yang saya katakan melalui para tetangga saya. Lalu staff tersebut mulai memberikan berbagai ide kenapa kira2 billing air saya dapat mencapai Rp. 733,920. Ide pertama yang CSO tersebut berikan adalah kemungkinan ada kebocoran. Ide kedua yang dia berikan adalah air saya dicuri. Lalu saya minta supaya pihak Lippo datang ke rumah untuk melakukan pemeriksaan dan untuk melakukan kalibrasi meteran air saya. Mereka pun datang. Proses kalibrasi membutuhkan waktu sekitar 3 jam.

Selama proses berjalan, saya bincang-bincang dengan seorang bapak dari bagian pencatatan air Lippo (kalau tidak salah namanya pak Sukamto). Pak Sukamto menyatakan bahwa dia pun bingung melihat tagihan air saya yang begitu besar karena saya hidup sendiri. Lalu bapak itu menyatakan bahwa pencatatan air di semua area Lippo Cikarang dilakukan oleh pihak outsource, dan dia menyatakan tagihan air saya menjadi tinggi karena pihak outsource yang seharusnya datang ke rumah saya setiap bulan untuk mencatat meteran air saya tidak datang alias malas melakukan tugas mereka. Oleh karenanya, menurut Pak Sukamto, angka meteran air yang dilaporkan hanyalah tebak-tebakan.

Akibatnya, menurut Pak Sukamto, tagihan air saya di bulan-bulan sebelumnya rendah (under), tapi kemudian, Lippo Cikarang membebankan tagihan-tagihan yang under itu ke bulan tagihan Desember 2011, dalam kata lain mengakumulasikannya ke bulan Desember 2011. Ketika saya mendengar hal tersebut saya menjadi lebih murka. Bagaimana kelalaian pihak outsource Lippo Cikarang bisa dibebankan kepada penghuni? Dan bagaimana bisa Lippo Cikarang mengakumulasikan tagihan air saya tanpa memberitahukan dulu kepada saya? Akhirnya proses kalibrasi meteran yang memakan waktu saya selama 3 jam itu selesai, dan mereka menyatakan tidak ada kebocoran dan kalibrasi meteran saya adalah benar.

Lalu saya datang kembali hari itu juga ke customer service untuk menyelesaikan masalah. Pihak Customer Service hanya mengatakan bahwa meteran air saya baik (tidak rusak), dan saya tetap harus membayar tagihan air tersebut. Lalu saya sampaikan kepada pihak Customer Service tentang apa yang saya dengar dari Bpk. Sukamto. CSO tersebut tampak kaget mendengar perkataan saya, dan kemudian beranjak dari mejanya, lalu kembali menghadap saya. Kemudian dia menyatakan kepada saya bahwa ya memang benar tagihan air Desember 2011 saya tinggi karena adanya akumulasi dan saya sebagai penghuni tetap harus membayarnya. Saya marah besar karena menurut saya hal itu tidaklah harusnya terjadi dan itu adalah kelalaian/kesalahan pihak Lippo dan pihak outsource Lippo. Tidak seharusnya kelalaian perusahaan dibebankan kepada penghuni. Tapi CSO tersebut tetap ngotot agar saya membayar.

Akhirnya dia memberikan saya pilihan untuk mencicil pembayaran tersebut selama 2X. Saya katakan saya tetap tidak mau membayar, dan saya meninggalkan tempat itu. Pada tanggal 1 Maret saya mengirim surat kepada Customer Service Lippo Cikarang, SAD Lippo Cikarang, dan WTP Lippo Cikarang untuk menyatakan bahwa saya keberatan akan tagihan air saya bulan Desember 2011, dan saya minta mereka mempertimbangkan untuk meringankan atau menghitung ulang. Surat itu tidak mereka balas, namun suatu Jumat Malam di bulan Maret, seorang pria mengetuk pintu rumah saya dan menyatakan dia ingin bicara. Tentu saja saya tidak bukakan pintu karena saya tidak kenal suaranya. Pria tersebut tetap tidak memperkenalkan dirinya dan saya tidak membuka pintu. Akhirnya ketika saya tidak mau buka pintu, pria itu katakan bahwa dirinya dia adalah orang Lippo Cikarang. Pria itu (saya lupa namanya) menyatakan bahwa dia mau membantu saya mengenai tagihan air saya yang besar. Saya pikir...wah akhirnya ada yang mau membantu saya. Ternyata pria tersebut menyatakan bahwa dia dapat menolong saya dengan cara agar saya mencicil tagihan air saya bulan Desember sebanyak 2X.

Saya terus terang saja marah. Lalu saya katakan bahwa pihak Customer Service Lippo Cikarang memang sudah menawarkan cicilan sebanyak 2X, dan saya katakan saya tetap tidak mau membayar. Lalu pria itu, juga dengan nada marah, menyatakan bahwa dia datang untuk menyerahkan surat tagihan tunggakan, dan jika saya tidak membayar, maka meteran air saya akan dicabut. Saya katakan kepada pria itu bahwa saya sudah tau bahwa saya punya tunggakan air dan saya tidak mau terima surat itu karena Customer Service Lippo Cikarang pun tidak membalas surat saya. Pada akhirnya karena saya sudah capek berhadapan dengan pihak Lippo Cikarang, saya menyerah juga dengan minta agar saya dapat mencicil sebanyak 7X. Pada tangal 19 Maret 2012, Customer Service Lippo Cikarang akhirnya membalas surat saya, dengan menyatakan bahwa mereka menawarkan saya membayar tagihan air Desember saya dengan mencicil sebanyak 4X (Rp. 183,000/cicilan).

Akhirnya saya pun menyerah karena saya sudah capek, namun hingga saat ini saya masih menyimpan rasa kecewa, dirugikan, marah, dan trauma terhadap Customer Service, SAD, dan WTP Lippo Cikarang. Setelah saya ngobrol dengan beberapa penghuni Lippo Cikarang yang lain, ternyata banyak juga warga Lippo Cikarang yang mengalami hal yang serupa dengan saya, yaitu tagihan air mereka melonjak tanpa alasan. Dan Lippo Cikarang juga menggunakan hal yang sama agar mereka bayar, yaitu dengan mengancam untuk mencabut meteran air mereka. Saya hanya ingin katakan agar pihak Lippo Cikarang segera memperbaiki sistem pencatatan air dan sistem penagihan mereka agar para warga/penghuni tidak lagi dirugikan. Terima kasih Kompas.com yang telah memberikan tempat untuk saya mengadu.

Rosie Siahaan
Kenanga 2/29
Lippo Cikarang




Source : kompas


Baca Juga





SuratPembaca

Cari keluhan surat terbuka resmi dan curhat terbaru sebagai sarana komunikasi dari seluruh konsumen untuk produk terkenal di Indonesia.

Hubungi Kami

Silahkan hubungi kami jika ada pertanyaan dan menjadi partner
Jakarta, Indonesia

Jika ada yang merasa tidak sesuai / sebaiknya dihapus, tolong sertakan link yang anda maksud pada halaman ini dan memastikan sumber dari surat pembaca sudah ditutup / masalah terselesaikan / dihapus.
Akan diproses 1 s/d 7 hari.

Kirimkan Masukan

letstalk@suratpembaca.com
Senin - Jumat
09:00 - 17:00

Sosial

suratpembaca apps