BTN
Home > Pemerintah > Informasi > Kredit BTN Lunas, Sertifikat Bermasalah

Kredit BTN Lunas, Sertifikat Bermasalah


4724 dilihat

Saya membeli rumah di pamulang elok blok n2 no 3 Pondok Petir, Sawangan, Depok, dengan fasilitas KPR Bank BTN cabang Tangerang dengan jangka waktu 60 bulan sesuai Perjanjian Kredit. Pada Januari 2012 kredit saya lunas, namun ketika akan mengambil sertifikat yang menjadi hak saya karena telah melunasi utang dengan BTN, ternyata sertifikat rumah saya tidak ada.

Setelah pihak BTN menanyakan hal ini kepada developer PT Bina Persada Sukses Gemilang, dikatakan sertifikat rumah saya masih dalam proses, pertanyaan saya kepada pihak yang berwenang, menteri keuangan, BTN dan BPN adalah;

1. Dalam Perjanjian Kredit yang ditandatangani bersama pihak Bank BTN, jelas dinyatakan bahwa “Bank wajib mengembalikan bukti-bukti kepemilikan rumah tersebut diatas kepada Debitur bila kredit telah dinyatakan lunas oleh Bank”. Bagaimana pertanggungjawaban BTN terhadap kewajiban ini?

2. Memang benar bahwa sesuai Perjanjian Kredit, penyelesaian surat/dokumen rumah yang dibeli adalah bukan tanggung jawab pihak Bank namun oleh developer. Akan tetapi bukankah pihak Bank BTN juga berkepentingan untuk mengawasi kinerja pihak developer yang menerima aliran uang dari BTN? Jika Bank BTN tidak mengawasi atau setidaknya mengkoordinasikan hal ini dengan pengembang, apakah ini berarti Bank BTN telah lalai dalam mengawasi aliran uang yang dipercayakan rakyat kepada Bank BTN?

3. Apakah BTN dibenarkan memberikan kredit untuk membeli rumah/tanah tanpa ada sertifikatnya?

4. Bukankah uang yang dikucurkan BTN adalah uang Negara/rakyat, bagaimana jika kredit tersebut macet? apakah bisa objek agunan dilelang untuk mengganti kerugian BTN/Negara/Rakyat jika tanpa dilengkapi dokumen yang sah?

5. Apakah tidak ada tanggung jawab menteri keuangan untuk melindungi rakyat/debetur yang mempercayakan kepada bank Negara untuk penyimpanan dokumen rumah sebagai agunan dan ternyata belum ada sertifikatnya. belum lagi kalau developernya sudah tidak exist lagi.

6. Mohon penjelasan dari Badan Pertanahan Negara, apakah proses pembuatan sertifikat tanah/bangunan memakan waktu sampai 5 tahun.

7. Sebagaimana tercantum dalam naskahnya, tujuan Perjanjian Kredit ini adalah pemberian kredit dari Bank BTN “untuk membantu anggota masyarakat, guna membeli sebuah rumah/bangunan berikut tanahnya untuk dimiliki atau dihuni sendiri”. Padahal sertifikat hak milik merupakan dokumen paling mendasar untuk menunjukkan kepemilikan atas rumah yang dibeli.

Tanpa adanya sertifikat ini, maka jelas bahwa masih ada tanggung jawab Bank BTN yang belum terpenuhi. Demikian pengalaman pahit saya dengan BTN, semoga dimasa mendatang tidak ada lagi konsumen yang dirugikan dalam membeli rumah dengan cara kredit.

Supriyono
Bukit Pamulang Indah Blok E 8 No. 7
Tangerang Selatan




Source : kompas


Baca Juga





SuratPembaca

Cari keluhan surat terbuka resmi dan curhat terbaru sebagai sarana komunikasi dari seluruh konsumen untuk produk terkenal di Indonesia.

Hubungi Kami

Silahkan hubungi kami jika ada pertanyaan dan menjadi partner
Jakarta, Indonesia

Jika ada yang merasa tidak sesuai / sebaiknya dihapus, tolong sertakan link yang anda maksud pada halaman ini dan memastikan sumber dari surat pembaca sudah ditutup / masalah terselesaikan / dihapus.
Akan diproses 1 s/d 7 hari.

Kirimkan Masukan

[email protected]
Senin - Jumat
09:00 - 17:00

Sosial