BRI
Home > Finansial > Perbankan & Kredit > Kecewa atas Ketidakprofesionalitas Kartu Kredit BRI

Kecewa atas Ketidakprofesionalitas Kartu Kredit BRI


1099 dilihat

Pada tanggal 20 Juli 2012 saya mendapatkan sms dari bank bri mengenai pemberitahuan untuk membayar tagihan kartu kredit saya nomor 518828023102****. Tak lama kemudian saya pun mendapatkan telepon dari bri bahwa saya harus membayar tagihan dengan jumlah Rp.4.723.394,- atau pembayaran minimal Rp.522.333,-. Bukan maksud untuk tidak mau membayar tagihan tersebut, tapi yang yang jadi pertanyaan saya adalah mengapa semenjak diaktifkan kartu kredit saya bulan april hingga detik ini saya tidak pernah dikirimkan Surat Penagihan (Billing Statement) hingga diteleponnya saya pada tanggal 20 Juli tersebut.

Dengan hal tersebut, hari itu juga tanggal 20 Juli 2012 sekitar pukul 15.45 saya hubungi Call Center BRI 14017 untuk mendapatkan kejelasan dengan nomor pengaduan (3089581) dan menyampaikan keluhan tidak sampainya surat penagihan (3089602) dan saya rubah alamat penagihan (3089610) ke alamat kantor saya. Darena selama ini saya menggunakan kartu kredit bank lain dengan alamat penagihan ke kantor selalu sampai dan saya tidak pernah telat dalam melakukan pembayaran (Kolektibiltas Lancar).

Setelah saya tanya pada istri saya, (seingatnya) mungkin ada 2 transaksi pernah dilakukan pembelian makanan di solaria ancol dan masuk seaworld ancol pada akhir mei/awal juni dan yang terakhir adalah pada tanggal 30 Juni 2012 pembelian furniture dengan menggunakan fasilitas cicilan 12 bulan di Electronic Solution (ES) sebesar Rp.4.500.000,- (saya diingatkan bahwa tanggal cetak tanggal 15). Tentunya seharusnya ada 2 lembar surat Billing Statement yaitu pada bulan Mei dan Bulan Juni. Dan transaksi saya yang terakhir di ES masuk pada billing statement bulan juni.

Namun ternyata tagihan yang terakhir itu pun tertagih penuh dengan alasan program cicilan yang diadakan oleh ES telah habis masa berlakunya (expired) dan pada saat saya hendak mengajukan cicilan 12 bulan BRI melalui Call BRI, maksud saya itu pun ditolak karena saya dinyatakan telah menunggak pembayaran selama 2 bulan. Entah maksudnya tunggakan yang bulan mei belum dibayarkan selama 2 bulan atau maksudnya tunggakan 2 bulan (Mei dan Juni) yang belum dibayar sehingga saya tidak dapat mengajukkan cicilan 12 bulan tidak sempat saya tanyakan karena saya emosi mendengar hal tersebut.

Sungguh saya kecewa serta tidak dapat menerima kejadian tersebut. Kalaupun memang saya yang teledor tentunya saya harus dapat menerima konsekuensinya, namun apabila pihak BRI Card yang teledor tidak mengirimkan Surat Penagihan/Billing Statement kepada saya apakah saya juga yang harus menerima akibatnya (kartu diblokir dan saya harus membayar penuh tagihan)? Meskipun saya bisa membayar pembayaran minimal dan selanjutnya membayar tagihan pokok dengan bunga berbunga.

Untuk urusan penagihan yang telah tertunggak melewati batas jatuh tempo saja pihak BRI sangat proaktif terhadap nasabah, namun urusan mengingatkan sebelum jatuh tempo terkesan diabaikan atau memang malah disengaja agar lewat jatuh tempo. Benar-benar saya merasa dikorbankan atas ketidakprofesionalan Kartu Kredit BRI. Karena hingga detik ini pun belum ada penjelasan dari pihak BRI Card Center. Terima kasih yang sebesar-besarnya atas dimuatnya Surat Pembaca ini.

Donny Rachfian
Jl. Alketeri No.280/13D
Bandung




Source : kompas


Baca Juga





SuratPembaca

Cari keluhan surat terbuka resmi dan curhat terbaru sebagai sarana komunikasi dari seluruh konsumen untuk produk terkenal di Indonesia.

Hubungi Kami

Silahkan hubungi kami jika ada pertanyaan dan menjadi partner
Jakarta, Indonesia

Jika ada yang merasa tidak sesuai / sebaiknya dihapus, tolong sertakan link yang anda maksud pada halaman ini dan memastikan sumber dari surat pembaca sudah ditutup / masalah terselesaikan / dihapus.
Akan diproses 1 s/d 7 hari.

Kirimkan Masukan

letstalk@suratpembaca.com
Senin - Jumat
09:00 - 17:00

Sosial

suratpembaca apps