Ancanam Team Debt Kartu Kredit BII terhadap kasus FRAUD dan ketidak konsistensian pe



Home > Finansial > Perbankan & Kredit > Ancanam Team Debt Kartu Kredit BII terhadap kasus FRAUD dan ketidak konsistensian pe

268 dilihat


Saya menulis surat ini karena saya tidak tahu harus bagaimana terhadap kasus saya, yaitu dianggap kredit macet terhadap sesuatu yg tidak saya lakukan. Adapun kronologinya sekitar 2005 ada seseorang menggunakan kartu kredit saya untuk membeli tiket Air Asia ke Paris (FYI, saya tidak pernah menginjak kaki di Eropa). Saya melakukan prosedur pelaporan ke BII Wolter Mongunsidi, dan saat itu juga semua akses kartu kredit saya diblok, dan saya kemudian saya mendapatkan beberapa telpon mengenai tagihan, dan saya meminta agar ada proses pemotongan terhadap tiket saya. FYI, kartu BII ini saya dapat dari AstraWorld, karena pembelian mobil saya. Beberapa tahun berselang, saya ditelp, saya kemudian datang ke BII Debt Card di mangga dua, karena ditelp mengenai kasus kartu saya, dan melaporkan apa yang harus saya lakukan, terhadap kasus saya, saya ingin ada laporan mengenai kasus FRAUD saya ini, dan dijawab data kami hanya ada total nilai dan harusnya ini dilaporkan di FRAUD bukan di Debt, dan saya tanya bagaimana, tidak tahu… Berselang beberapa tahun tidak ada telp, ada telp yang meminta saya mengurus hutang saya, saya bilang, saya buat apa bayar, kalau itu bukan kasus saya, saya mau bayar sesuai yang saya mau. Yang aneh dari kasus penagihan adalah menteror orang tua saya dg kata-kata binatang. Sampai akhirnya adik saya meminta untuk kasus ini ke dirinya saja, dan saya bilang ini kasus sudah mau 8 th biarin saja untuk di clear, karena ini buat cape juga. Karena kebetulan ayah saya ada kasus jantung (telah melakukan operasional), sehingga kami mengangkat kasus ini, kalau gak ada data, buat apa nagih, dan kalau nagih yah apa hub dg teror setiap hari. Intinya adalah memaksa orang tua saya membayar, saya bilang, kita lagi urus ini kasus, saya tidak tahu juga urus kemana. Sebenarnya nilai tidak besar, hanya 4 juta, tetapi yah beberapa bilang lo bayar saja, negara kita emang kaco, konspirasi perbankan kita merugikan, dan gilanya kalau kasus seperti ini, kenapa data tidak di arsip, kemana investasi IT ratusan juta dolar, masa hanya ada 1 baris, Nama, dan Tagihan saja yang ada. Sedangan data sejarah tidak ada, acuannya apa terhadap kasus ini? Terakhir ada seorang wanita beberapa waktu lalu menawarkan untuk kasus ini, gimana 50% saja dari nilai hutang, karena yah kita sama juga tidak tahu mau gimana, silahakan urus ke ke BII Card untuk urus (bagian Debt). Saya bilang, karena ini kasus lama, bank juga sudah dapat asuransi, dan selama 8 th lebih saya dihukum dg kasus kredit macet, harusnya 1 juta saja. DIbilang tidak bisa. Kalau mau silahkan urus dengan nilai segitu. Karena kelupaan, saya beberapa minggu lalu diskusi dengan teman, mengenai perusahaan baru, dan tidak tahu apa, ada diskusi mengenai bebersih diri, dan dibahas kasus kartu yang sering buat masalah, karena FRAUD di Indonesia tinggi sekali, dan kita di negara yang kacau, saya iseng cek, Kaget saya tertulis 2013, padahal kasus ini sudah lama, dan harusnya sudah clear. Saya utus tim saya ke BII, saya bilang tidak tahu dimana, sebab sudah jadi bagian May Bank, kebetulan Nita yang mendatangi BII, bertemu dg bagian Debt. Yang menarik, total yang dioffer adalah 3 juta, karena offer itu tidak ada datanya, tetapi ada data dihubungi terakhir mei tahun ini, kronologinya saya juga tidak tahu, karena ini diurus staff. Yang aneh saya harus surat pernyataan hanya mampu membayar 3 juta dari total, dan itu untuk pelunasan. Saya menulis ini, ingin tahu bagaimana prosedur yang benar, saya merasa aneh, mentanda tangani surat untuk sesuatu yang tidak saya lakukan, karena konspirasi perbankan nasional, dan tidak ada badan mengadu karena kasus ini, dan BII juga tidak ada data mengenai sejarah transaksi saya. Kok saya diharuskan menulis surat mampi sebesar nilai yang mereka tentukan. Saya bekerja sebagai konsultan lebih dari 20 tahun, dan untuk membuat surat ini harusnya ada surat yang dikeluarkan bank mengenai besaran harus dibayar. Dan kemana ini konsistensi kalau dioffer 2 juta, pas didatangi jadi 3 juta, plus suratnya bukan menagih, tetapi saya mengajukan diri kemampuan sebesar tersebut. Mereka bilang tidak bisa, harus bayar segitu. ALASANNYA? Mengenai siapa saya, silahkan google, nanti akan tahu apa profesi saya, tetapi kasus ini sengaja saya angkat untuk mempelajari seberapa buruk perbankan Indonesia. Dan dengan meningkatnya e-channeling (saya rekanan dengan beberapa bank untuk solusi ini), saya tahu bagaimana pentingnya Credit Card untuk dunia Internet (saya memiliki beberapa perusahaan berbasis internet) dan saya yakin kasus ini terjadi secara nasional, dengan bagaiana bank kita bekerja (konon kasus saya karena data saya dijual seorang oknum didalam bank ini, dan sudah dipenjara). Aneh secara internal tidak bisa jaga keamanan, saya kok ditagih, sampai ortu saya diteror. Saya sudah mendatangi beberapa cabang BII, prosedurnya bagaimana, jawabannya bagian Debt, didatangi, mereka tidak peduli dan maunya uang, dan acuan prosedur seperti kerja preman. Anyway, kita sudah tahu Bank memperkerjakan preman kan untuk kasus ini, kalau tidak, apakah ada aturan prosedur, kalau saya keberatan. TIDAK. Saya seperti digiring harus bayar semua. Lucu saya harus membayar pencurian karena bank tidak bisa jaga security internal, saya bayar karena kesalahan bank sendiri. Semoga ada pihak mau membantu kasus ini. Frans Thamura


Source : kaskus
Silahkan Login / Daftar untuk memberi tanggapan




There are no comments yet.
Authentication required
You must log in to post a comment. Log in
jasa foto produk
Sebelum request penghapusan artikel mohon request penghapusan kepada sumber terlebih dahulu, jika belum solved / terhapus kami akan abaikan

Laporkan Suratpembaca ini : admin at suratpembaca.web.id
Tolong Sertakan URL / Alamat lengkap halaman ini