Bank Tabungan Negara
Home > Finansial > Perbankan & Kredit > Angsuran BTN Tak Kunjung Turun

Angsuran BTN Tak Kunjung Turun


1140 dilihat

Kepada surat pembaca Kompas.com, terima kasih apabila berkenan memuat keluhan saya ini. Maklum, setiap komplain yang disampaikan kepada pihak Bank Tabungan Negara (BTN) selalu menjawab belum ada penurunan suku bunga. Padahal setahu saya, beberapa bank sudah menurunkan suku bunga kredit rumah. Saya sudah sejak Maret 2009, atas Nama : Rusman dengan Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit (SP3K) Nomor 0020/00211/96/0309, yang dikeluarkan oleh Bank Tabungan Negara (BTN) untuk kredit rumah di Vila Nusa Indah 5. Dari sejak saya akad kredit, bunga yang dikenakan 14,50 persen. Padahal sudah jelas dalam SP3K itu, perhitungan yang diterapkan adalah Anuitas. Suku bunga dapat ditinjau dan dapat berubah sesuai dengan ketentuan bank.

Namun hingga saat ini, belum pernah merasakan penurunan itu. Waktu kali pertama tandatangani persetujuan itu, oleh pihak BTN juga diinformasikan akan terjadi penurunan atau mengikuti suku bunga kredit rumah. Makanya, saya setuju karena dalam perjanjian itu juga tercantum hal seperti itu.

Ironisnya, itu tidak pernah dilakukan oleh BTN. Bukankah BTN merupakan perbankan nasional yang semestinya lebih bisa menyadari kepentingan masyarakat atas kepemilikan rumah. Beberapa kali saya tanyakan, alasannya belum ada kebijakan dari BTN untuk menurunkan suku bunga. Atau BTN berdalih, nantinya akan terjadi penurunan sisa pokok kredit. Tapi alasan itu, sepertinya hanya akal-akalan bank saja. Karena, sistem seperti itu sama saja dengan pembayaran plat atau dikenakan terus menerus hingga masa kredit berakhir.

Terakhir saya cek, ternyata dari besaran pinjaman Rp120.000.000, sisa pokok tagihan Rp109 jutaan atau baru melunasi Rp 11 jutaan. Padahal sudah 41 bulan dikalikan angsuran Rp 1.669.000, saya sudah menyetorkan Rp 68.429.000. Dengan kalkulasi tersebut, maka BTN sudah meraup keuntungan Rp 57 jutaan. Keuntungan luar biasa yang diraup BTN. Demikian surat keluhan ini, saya berharap pihak BTN membuka mata dan tidak akal-akalan soal perhitungan hanya untuk meraup keuntungan dari dana nasabah. Terima kasih.

rusman
cempaka putih barat XIX RT14/05 No.21b
DKI Jakarta




Source : kompas


Baca Juga





SuratPembaca

Cari keluhan surat terbuka resmi dan curhat terbaru sebagai sarana komunikasi dari seluruh konsumen untuk produk terkenal di Indonesia.

Hubungi Kami

Silahkan hubungi kami jika ada pertanyaan dan menjadi partner
Jakarta, Indonesia

Jika ada yang merasa tidak sesuai / sebaiknya dihapus, tolong sertakan link yang anda maksud pada halaman ini dan memastikan sumber dari surat pembaca sudah ditutup / masalah terselesaikan / dihapus.
Akan diproses 1 s/d 7 hari.

Kirimkan Masukan

letstalk@suratpembaca.com
Senin - Jumat
09:00 - 17:00

Sosial

suratpembaca apps