Home > Finansial > Asuransi > Program Asuransi Beasiswa Bumiputera Kurang Menarik

Program Asuransi Beasiswa Bumiputera Kurang Menarik


627 dilihat
Jakarta - Saya mengenal Asuransi Bumiputera (ABP) melalui Ibu saya yang pernah menjadi agen ABP di Lampung. Saya juga pernah membaca sejarah berdirinya ABP yang seiring dengan pergerakan kebangkitan nasional oleh Boedi Utomo, karena pendiri ABP tahun 1912 adalah salah satu pengurus Boedi Utomo.

Suatu kebanggaan untuk mengetahui bahwa ABP adalah asuransi nasional pertama di Indonesia dan cukup berkembang dengan baik. Itu sebab saat Ibu saya menawarkan program asuransi beasiswa untuk anak saya maka saya setuju untuk ikut program tersebut pada 2003 melalui Kantor Cabang ABP Kedaton Bandar Lampung.

Namun, setelah melihat perkembangan bisnis asuransi yang cukup progresif di Indonesia, saya melihat bahwa program asuransi beasiswa untuk anak saya yang dilaksanakan oleh ABP kurang menarik, terlebih dikarenakan pada saat itu saya membutuhkan sejumlah cash, maka saya menjual premi asuransi tersebut pada Januari 2008 melalui Kantor Cabang ABP Supratman Bandung.

Melalui informasi yang saya dapatkan, pencairan bisa dilakukan di Kantor Cabang ABP di mana saja dengan syarat tertentu. Setelah mengajukan penjualan program asuransi beasiswa itu di Januari 2008 sebelum tanggal 15, dikatakan bahwa 4 minggu setelahnya dana akan cair.

Namun, ternyata kenyataannya tidak seperti demikian. Dana baru dicairkan setelah Ibu saya turun tangan di Kantor Cabang ABP Kedaton karena petugas di kantor tersebut tidak segera mengirimkan file yang dibutuhkan oleh kantor Cabang Supratman Bandung walaupun telah berulang kali dihubungi oleh Kantor Cabang Supratman Bandung per telepon. Suatu tanda buruk dari adanya sikap tidak menghargai rekan kerja sendiri terlihat di sana. Proses ini akhirnya memakan waktu lebih dari 5 minggu (29 Februari 2008)

Pada saat pencairan dana, saya ditawarkan kembali untuk mengikuti Program Asuransi baru dari ABP. Saya dan istri menyetujui program baru tersebut karena terlihat kompetitif dibandingkan dengan perusahaan asuransi lain. Uang muka sebesar Rp 1.606.800 kami bayarkan sebagai pembayaran pertama per tiga bulan. Dijanjikan bahwa Polis Asuransi akan segera dikeluarkan setidaknya 2-4 minggu dari pembayaran setoran awal. Nomor seri kuitansi adalah 06.492628.

Namun. kekecewaan kami terjadi kembali karena sampai hari ini, 8 Mei 2008, Polis Asuransi itu tidak pernah kami terima. Bahkan, kami tidak pernah ditelepon oleh ABP mengenai polis kami ini.

Pertanyaan saya, bila dahulu M Ng Dwidjosewojo selaku pendiri Bumiputera merasa perlu mendirikan perusahaan ini karena tergerak untuk menjadi berkat bagi bangsa Indonesia, kemanakah semangat itu saat ini di dalam hati para pekerja di ABP? Konsumen adalah orang yang harus diberkati dengan keberadaan perusahaan asuransi, khususnya ABP ini sebagai perusahaan pertama asuransi asli Indonesia.

Di tengah didengungkannya kegerakan untuk mencintai produk dalam negeri, bagaimana mungkin kemauan kami untuk menjadi konsumen ABP tidak didukung oleh pelayanan yang terbaik dari ABP? Sangat pahit dan sangat ironis bahwa menjelang 100 tahun kebangkitan nasional yang juga digerakkan oleh pendiri ABP, semangat bangkit itu tidak tampak dari kinerja karyawan perusahaan ini?

Alexander Priyo Pratomo
Asia Afrika 57-59 Lt 12
Bandung 40111
alexppratomo_777@yahoo.com
02284275907

(msh/msh)




Silahkan Login / Daftar untuk memberi tanggapan




SuratPembaca

Cari keluhan surat terbuka resmi dan curhat terbaru sebagai sarana komunikasi dari seluruh konsumen untuk produk terkenal di Indonesia.

Hubungi Kami

Silahkan hubungi kami jika ada pertanyaan dan menjadi partner
Jakarta, Indonesia
admin@suratpembaca.com
Senin - Jumat
09:00 - 17:00

Sosial