Home > Finansial > Asuransi > Cigna Tolak Klaim Karena Penyakit Ada Sebelum Polis Aktif

Cigna Tolak Klaim Karena Penyakit Ada Sebelum Polis Aktif


642 dilihat
Jakarta - Saya adalah pemegang polis asuransi Cigna dengan nomor polis IMKIN0000954341 untuk program Hospital Care Plus sejak tanggal 12 Maret 2008. Awal mulanya saya mendapatkan telepon dari seorang telemarketing yang menawarkan program asuransi Cigna kepada saya sebagai pemegang kartu kredit Bank Niaga.

Pada tanggal 10 April 2008 jam 20.00 WIB saya mendapat serangan Asthma dan saya segera dilarikan ke UGD (Unit Gawat Darurat) untuk mendapatkan pertolongan. Di UGD saya di-Nebulizer lebih kurang 30 menit dan setelah itu nafas saya kembali lega dan dokter UGD pun membolehkan saya untuk pulang selepas Nebu selesai.

Tapi, kemudian saya juga menjelaskan bahwa dalam 1 bulan terakhir saya kadang-kadang merasakan nyeri dada kiri dan kadang-kadang menjalar ke tangan. Kemudian dokter menawarkan untuk dilakukan EKG (Rekam Jantung) untuk menilai kondisi jantung saya.

Dari hasil EKG dokter jaga UGD menilai ada kelainan dalam hasil rekam jantung tersebut. Dokter mengatakan di hasil EKG saya ada "ST Elevasi" dan itu sangat berbahaya. Maka kemudian dokter jaga UGD berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung (via telepon) mengenai hasil rekam jantung saya.

Meskipun sang dokter spesialis jantung itu tidak melihat kondisi saya secara langsung tetapi saya malam itu juga diminta untuk segera rawat di "ICU". Jadilah saya dirawat selama 3 hari di Rumah Sakit atas indikasi curiga ke arah sakit jantung (STEMI). Hal ini bisa saya lihat dari catatan medis saya yang mengatakan diagnosis penyakit saya adalah Asthma Bronchiale dengan diagnosis banding STEMI (suatu jenis penyakit jantung).

Malam itu saya juga sudah menanyakan ke dokter UGD kenapa saya harus dirawat. Dokter pun menjawab bukan karena asthma-nya. Tapi, karena ada kecurigaan ke arah STEMI, karena sesak nafas saya malam itu juga sudah hilang setelah di-nebulizer.

Selama di rumah sakit saya berada di bawah pengawasan dr Budi Yuli, SpPD(K), SpJP(K) yang merupakan dokter penyakit dalam konsultan Jantung dan Pembuluh Darah. Bukan dokter penyakit dalam konsultan Paru. Hal ini juga yang meyakinkan saya bahwa indikasi rawat rumah sakit saya karena kecurigaan ke sakit jantungnya. Bukan asthma bronchiale yang merupakan penyakit paru.

Saya dirawat selama 3 hari di rumah sakit dengan diberikan obat asthma dan obat jantung. Daftar list obat yang diberikan di rumah sakit pun sudah saya kirimkan ke pihak Cigna. Di situ ada obat-obat asthma dan obat-obat jantung di antaranya Ascardia (obat jantung) dan Cedocard (juga obat jantung).

Setelah keluar dari Rumah Sakit saya pun mengajukan klaim ke pihak asuransi Cigna. Kemarin tanggal 24 Mei 2008 saya mendapat surat dari asuransi Cigna (yang ditandatangani oleh dr Heru Pratomo) dan surat tersebut ditandatangani tanggal 14 Mei. Jadi kalau dihitung-hitung sekitar 10 hari sejak surat terbit barulah sampai ke tangan saya pihak pemegang polis.

Di surat tersebut pihak asuransi Cigna menyatakan penyesalan karena klaim saya "ditolak" karena mengutip ketentuan dalam Polis Hospital Care Plus pasal 8 - Pengecualian-pengecualian butir 13 yang berbunyi: "Kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya sebagaimana tercantum dalam pasal 9 dalam polis ini; dan pada pasal 9 - butir 1 Kondisi Kesehatan Yang Sudah Ada Sebelumnya.

Klaim saya ditolak karena saya dirawat menderita asthma bronchiale dan gejala-gejala penyakit tersebut sudah ada sebelum polis ini aktif. Saya memang mengidap asthma sejak 15 tahun yang lalu tetapi tidak pernah mendapatkan perawatan rumah sakit karena setiap kali sesak bisa diatasi dengan obat semprot (ventolin).

Yang saya sayangkan bukankah indikasi rawat inap saya itu bukan karena asthmanya? Tapi, karena hasil EKG (Rekam Jantung) yang mengarah ke sakit jantung? Walaupun setelah 3 hari diobservasi di rumah sakit ternyata saya tidak terbukti menderita STEMI (sakit jantung) seperti yang dicurigai melalui hasil rekam jantung sebelumnya. Dan saya pun dirawat rumah sakit di bawah pengawasan dokter spesialis jantung.

Di surat penolakan klaim saya tersebut dikatakan diagnosis penyakit saya adalah Asthma Bronchiale tanpa disebut-sebut diagnosis bandingnya yaitu STEMI yang menjadi penyebab kenapa saya dirawat di rumah sakit untuk diobservasi!.

Kalaupun saya dirawat karena Asthma yang merupakan penyakit yang sudah saya derita sejak lama yang saya sayangkan adalah asuransi ini tidak pernah melakukan pengecekan terhadap kesehatan saya sebelumnya sehingga seharusnya melalui pengecekan tersebut pihak asuransi menunjukkan penyakit apa yg sudah ada pada saya yang tidak menjadi tanggungan asuransi.

Kalau pun mereka mengakui saya dirawat karena sakit jantung tentu pihak asuransi tetap tidak akan mengabulkan klaim saya karena alasan "gejala-gejala penyakit tersebut sudah ada jauh hari sebelum polis aktif".

Anda bayangkan banyak sekali penyakit kronis yang "gejalanya" sudah berjalan sejak jauh-jauh hari sebelumnya seperti Asthma, Jantung, Diabetes, Kanker, dan lain-lain. Semuanya itu akan ditolak oleh pihak asuransi dengan alasan "Gejalanya sudah berlangsung lama sebelum polis aktif".

Dengan ini saya menilai bahwa pernyataan dalam pasal 8 butir 13 mengenai pengecualian kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya. Sebagai pernyataan yang menjebak dan menjadi alasan kuat untuk menolak banyak klaim yang diajukan oleh pemegang polis.

Seharusnya bila pasal itu diberlakukan pihak asuransi harus melakukan pemeriksaan kesehatan calon pemegang polis dan memberitahukan kepada calon pemegang polis akan penyakit-penyakit yang sudah diderita dan tidak menjadi pertanggungan pihak asuransi. Boro-boro mau dicek dulu kesehatannya. Untuk bergabung saja anda cukup bilang iya lewat telepon dan saat itu juga tagihan akan masuk ke rekening anda.

Jadi berhati-hati lah terhadap asuransi Cigna. Sebelum anda bergabung mintakan dulu perincian tertulis apa saja yang menjadi pertanggungan asuransi. Jangan setelah anda bergabung barulah perinciannya anda terima dan anda sudah terlambat mengetahui hal-hal yang menjadi pertanyaan dalam benak anda.

Fadli
Jl Kaliurang Km 7 No 57
Yogyakarta
quzwainfadhli@yahoo.com
081931972505
(msh/msh)




Silahkan Login / Daftar untuk memberi tanggapan




SuratPembaca

Cari keluhan surat terbuka resmi dan curhat terbaru sebagai sarana komunikasi dari seluruh konsumen untuk produk terkenal di Indonesia.

Hubungi Kami

Silahkan hubungi kami jika ada pertanyaan dan menjadi partner
Jakarta, Indonesia
letstalk@suratpembaca.com
Senin - Jumat
09:00 - 17:00

Sosial

suratpembaca apps