Home > Finansial > Asuransi > Ada "Sesuatu yang Tidak Beres" di Asuransi Winterthur Life

Ada "Sesuatu yang Tidak Beres" di Asuransi Winterthur Life


752 dilihat
Jakarta - Kisah di bawah menunjukkan betapa kita harus mencari perusahaan asuransi yang kredibel. Pada tanggal 26 Mei - 07 Juni 2008 saya harus di-opname di RS Pertamina Cirebon. Saya mengalami kekecewaan dengan pihak Asuransi yang menanggung biaya pengobatan, yaitu PT. Asuransi Winterthur Life Indonesia (yang digunakan oleh kantor).

Sebagai pemegang polis dengan nomer 00000151 saya sudah dua kali mengalami kejadian yang sama. Pada saat dirawat tahun 2004 dan sekarang (dengan asuransi dan rumah sakit (RS) yang sama). Walau pihak Winterthur sudah berusaha mengkonfirmasi via telepon dan email (melalui Ibu Evi Riyanti, Deputi Manager Customer Service) saya merasa informasi ini perlu diketahui pihak lain dengan harapan agar lebih berhati-hati.

Pada saat keluar RS pada 07 Juni 2008, pihak RS menyatakan ada kelebihan pembayaran perawatan (yang tidak ditanggung asuransi) sebesar Rp 1,161,036. Awalnya saya tidak mempermasalahkannya. Tapi, saat menerima faksimili rincian kelebihan tersebut ada "sesuatu yang tidak beres".

Plafon manfaat/benefit yang tertulis ternyata lebih rendah dari seharusnya. Menurut Winterthur, plafon di poin "Aneka Perawatan RS" (obat-obatan, infus, peralatan medis, dan sebagainya) hanya sebesar Rp 4,387,500 sehingga ada kekurangan (karena tagihan RS sebesar Rp 5,548,536). Padahal plafon saya seharusnya adalah Rp 6,535,000 yang artinya masih didalam batas.

Winterthur juga menyatakan bahwa plafon kamar hanya Rp 300 ribu/malam. Padahal seharusnya Rp 500 ribu. Jadi rincian plafon Winterthur tersebut ngawur semua! Saya membawa laptop pribadi selama dirawat sehingga memiliki file manfaat/benefit secara terinci tersebut di dalam komputer.

Karena kesalahan ini saya menolak membayar dan menghubungi bagian HRD kantor yang mempertegas bahwa ada kesalahan benefit dari pihak Winterthur. Dan, selama mengurus masalah ini saya juga merasa tidak nyaman dengan sikap Sdri Yuni (Bagian Klaim 24 jam) yang bersikeras agar saya membayar kelebihan saat itu juga.

Dalam kondisi yang belum begitu sehat saya harus meyakinkan yang bersangkutan bahwa plafon itu salah. Tapi, dengan keras kepala dia menyalahkan saya kenapa saya tidak melakukan cek sebelum masuk ke RS. Dia juga mengatakan bahwa perusahaannya bukan Winterthur tapi pihak ke-3 yang di-outsource oleh perusahaan itu (AdMedika).

Dia tidak peduli masalah saya dengan Winterthur karena merasa itu bukan urusannya (?). Ini membuat saya dan keluarga sangat emosional karena sudah jelas kesalahan itu ada pada sistem perusahaannya. Karena itu hari Sabtu, maka tidak ada satu pun staf Winterthur yang dapat dihubungi. Saya tetap menolak membayar sehingga Divisi HRD perusahaan dan orang tua saya harus turun tangan menyelesaikan masalah ini.

Pada hari Senin saya mengkonfirmasi ulang masalah ini ke pihak Winterthur (dengan Sdri Ami). Dan ternyata, memang ada kesalahan plafon dari Winterthur. Plafon saya memang masih dalam batas. Artinya memang tidak ada kelebihan pembayaran sama sekali.

Saya langsung melakukan komplain kepada pihak Winterthur via email, dan sudah mendapatkan tanggapan "standar". Saya tidak menuduh apakah ada "semacam permainan" di sini karena "kebetulan" saya sudah dua kali mengalaminya. Jadi saya merasa bahwa masalah ini perlu diketahui khalayak agar tidak terjadi lagi di masa-masa yang akan datang. Terima kasih.

Gita Surya Wijaya
Jl Rajawali Selatan I No 35 Jakarta Pusat
gita.surya@terra.co.id
08158067188
(msh/msh)




Silahkan Login / Daftar untuk memberi tanggapan




SuratPembaca

Cari keluhan surat terbuka resmi dan curhat terbaru sebagai sarana komunikasi dari seluruh konsumen untuk produk terkenal di Indonesia.

Hubungi Kami

Silahkan hubungi kami jika ada pertanyaan dan menjadi partner
Jakarta, Indonesia
letstalk@suratpembaca.com
Senin - Jumat
09:00 - 17:00

Sosial

suratpembaca apps