Security & Pengelola Cibubur Village
Home > Pertanian, Pertambangan & Konstruksi > Konstruksi > Sikap Menyebalkan Security Cibubur Village

Sikap Menyebalkan Security Cibubur Village


1032 dilihat

Tanggal 21 Juni 2012 sekitar jam 16.30 WIB isteri saya pergi ke Apartemen Cibubur Village untuk mengambil beberapa barang di unit kami Tower B lt 16 no. 3. Isteri saya parkir di basement karena selain tempat parkir di depan lobby penuh juga agar memudahkan untuk mengangkut barang ke mobil. Perlu diketahui bahwa saat ini isteri saya sedang hamil besar. Ternyata di basement juga parkir sudah penuh isteri saya diarahkan oleh seorang petugas security bernama SAPTA untuk parkir di satu tempat tersisa yang sangat sempit dan sulit untuk manuver, apalagi pengemudinya seorang ibu hamil 35 minggu. Sangat disayangkan, sang petugas yang sudah melihat kesulitan isteri saya tidak beranjak dari duduk manisnya, walaupun kemudian mobil kami menabrak tiang dan isteri saya setengah mati keluar dari pintu sebelah kiri karena sempitnya tempat parkir.

Ketika ditanyakan baik-baik kenapa kok Bapak SAPTA ini tidak membantu orang yang kesulitan, jawabannya sungguh diluar dugaan. Dia bilang "ini bukan tanggung jawab saya, saya tadi sudah bantu (menunjukkan) karena yang nyopir wanita". Kemudian dia menambahkan bahwa "Satpam dilarang membantu memarkirkan mobil", dan yang membuat lebih menyebalkan adalah dengan songongnya dia menantang "silakan laporkan saya kalau ada komplain". Yang menjadi pertanyaan kami kemudian adalah:

1. apakah benar security Cibubur Village dilarang sama pengelola untuk membantu parkir orang, khususnya ibu hamil yang kesulitan melakukan manuver karena sempit?

2. Kalau memang tidak diperbolehkan seperti perkataan Pak SAPTA tersebut, kenapa tidak disediakan ruang parkir yang lebih memadai bagi penghuni? atau menugaskan pertugas parkir khusus?

3. Kemana larinya service charge sebesar Rp.214.000,- yang kami bayar setiap bulan tanpa pernah telat kalau pelayanan security-nya demikian buruk, bahkan nol besar ketika dibutuhkan?

4. Bukankah tugas Pak SAPTA sebagai security untuk mengamankan diri dan harta benda penghuni? kenapa ketika tejadi kerusakan mobil kami di depan matanya sedikitpun tidak menunjukkan kepedulian, alih-alih minta maaf karena kelalaian dan ketidak sigapannya?

5. Ketika penghuni telah membayar uang pelayanan tanpa pernah telat, apakah layak diperlakukan sedemikian acuhnya oleh orang yang dia bayar setiap bulan? bahkan dengan songongnya malah menantang?

6. Kenapa ketika terlihat dari jauh yang mengemudi wanita Pak SAPTA mau membantu menunjukkan tempat tapi begitu tahu yang mengemudi sedang hamil bukannya menunjukkan simpati seperti layaknya manusia beradab, malah kemudian acuh tak acuh seakan tak punya nurani?

Bagi kami, yang sudah merasa membayar jasa pelayanan apartemen termasuk security setiap bulannya tanpa pernah telat sementara kami belum pernah menempati unit kami sama sekali. Hal ini terasa bagaikan memelihara seekor kucing garong yang setiap waktu selalu disediakan makan minum tanpa pernah telat, tapi ketika diminta mengeong untuk mengusir anak tikus malah balik mencakar muka dan mengencingi kaki.

Deni Indra Kelana
Jl.Kp Kalibata RT007/006 Srengseng Sawah Jagakarsa
Jaksel




Source : kompas


Baca Juga





SuratPembaca

Cari keluhan surat terbuka resmi dan curhat terbaru sebagai sarana komunikasi dari seluruh konsumen untuk produk terkenal di Indonesia.

Hubungi Kami

Silahkan hubungi kami jika ada pertanyaan dan menjadi partner
Jakarta, Indonesia

Jika ada yang merasa tidak sesuai / sebaiknya dihapus, tolong sertakan link yang anda maksud pada halaman ini dan memastikan sumber dari surat pembaca sudah ditutup / masalah terselesaikan / dihapus.
Akan diproses 1 s/d 7 hari.

Kirimkan Masukan

letstalk@suratpembaca.com
Senin - Jumat
09:00 - 17:00

Sosial

suratpembaca apps