Home > Pendidikan & Pelayanan Kesehatan > Pelayanan Kesehatan > 15 september 2014 pukul 1502 prosedur rumah sakit vs nyawa anakku

15 september 2014 pukul 1502 prosedur rumah sakit vs nyawa anakku


444 dilihat
Perinatologi.. itu yang terakhir aku baca sebelum melangkah keluar.. aku menggendong buah hatiku dalam haru yang mendalam,tiap langkahku semakin erat pelukanku... "maafkan papa nak,papa tak bisa memaksa mereka lebih jauh" kupercepat langkah kakiku,aku benar2 muak dengan instansi pemerintah satu ini, masih kuingat berkali2 kuterima jawaban yang sama,jawaban2 yang menurutku konyol,jawaban2 org2 idiot yang lebih mengkhawatirkan kuku2 nya patah dibandingkan dgn urusan kemanusiaan,jawaban2 yang bikin aku marah namun tak mampu berbuat apa2, prosedur macam apa ini sehingga harus nyawa anak saya taruhannya??! ”aku marah dgn kondisi ini,msh terekam jelas bbrp jam lalu bayiku berjuang dlm kondisi kritisnya,kemana aku harus adukan ini semua?? pelukanku semakin kueratkan,seakan berharap bayiku tau kalau aku sangat menyayanginya .. bunyi hp ditanganku buyarkan lamunanku,, "kami semua sdh menunggu bayinya disini,berapa lama lg perjalanan sampai rumah?" "mungkin sejam lagi" jawabku,, diantara mereka yang menunggu tentu ada ibunya,aku semakin tak kuasa membayangkan hancurnya hati istriku menyambut buah hatinya yang sdh tak bernyawa lg.. 7 hari lalu setelah operasi cesar dia belum sempat melihat hitamnya rambut sang buah hati ,dia belum sempat lihat indahnya senyuman buah hati kami,dia belum sempat melihat tampannya si buah hati, apa yang harus kukatakan padanya nanti? Sms2 dari istriku masih tersimpan di hpku,tentang kemarahannya,tentang kekhawatirannya,tentang harapannya “lho kenapa rumah sakitnya gk mau antarin si ade ke rumah sakit rujukan??”,,, “kok lama banget sih penanganan rumah sakitnya?”,,, “jangan menyerah ya bang,terus cari rumah sakit mana yang bisa dirujuk untuk si ade”,,,”gk usah pulang dulu jagain ade selama dirumah sakit”,,, aku tak kuasa menahan airmataku saat mengingat sms2 itu, dipikiranku sdh tak ada lagi perawat2 itu, perawat2 berbaju putih dgn gambaran seorg yang suci,bagiku mereka tak lebih dari iblis2 yang sudah merengut nyawa anakku, dimana nurani kalian?? seharusnya kalian tau nyawa anakku lebih berharga dibanding prosedur2 yg kalian kemukakan!! Keparat kalian semua !! aku hanya bisa mencaci dalam hati,,, aku marah dalam kebisuanku,, kembali kueratkan pelukanku untuk bayiku tercinta,masih terasa hangat suhu tubuhnya,,karena memang baru dua jam lalu dia pergi setelah hari ke-7 berjuang diantara lambatnya penanganan rumah sakit brengsek ini,,,!



Source : kaskus
Silahkan Login / Daftar untuk memberi tanggapan




SuratPembaca

Cari keluhan surat terbuka resmi dan curhat terbaru sebagai sarana komunikasi dari seluruh konsumen untuk produk terkenal di Indonesia.

Hubungi Kami

Silahkan hubungi kami jika ada pertanyaan dan menjadi partner
Jakarta, Indonesia
letstalk@suratpembaca.com
Senin - Jumat
09:00 - 17:00

Sosial

suratpembaca apps