Home > Finansial > Asuransi > Asuransi Penerbangan Jasindo Tidak Fair

Asuransi Penerbangan Jasindo Tidak Fair


790 dilihat
Jakarta - Saya ingin menyampaikan saran tentang Asuransi Penerbangan (Sukarela) yang dipungut oleh PT Jasindo kepada para penumpang pesawat terbang yang pemungutannya di bandara-bandara, karena saya menganggap bisnis ini tidak fair dilakukan oleh Jasindo. Waktu itu saya akan terbang dari Bandara Syalahudin Bima ke Bandara Selaparang Mataram. Petugas pemungut asuransi tersebut duduk tepat di sebelah loket pembayaran Airport Tax (ini menggiring paksa penumpang untuk membeli asuransi penerbangan Jasindo), dan meminta kepada penumpang untuk membayar asuransi penerbangan, sepertinya dipaksa untuk membeli. Padahal pada kenyataannya para penumpang pesawat udara sudah dicover asuransinya oleh UU No.33/1964 dan pemungutan dikelola oleh PT Jasa Raharja. Kenapa saya katakan Jasindo tidak fair dalam bisnis ini, karena Jasindo tidak menampangkan tulisan Asuransi Penerbangan Sukarela Jasindo di loket-loket Jasindo (karena memang tidak wajib dan yang wajib tercover oleh UU No.33/1964 dengan nama-nama penumpang ada di manifest dan ini jelas) . Pada waktu itu sebelum saya membeli, saya bertanya kepada petugas Jasindo yang ada di bandara di Bima, "Bagaimana cara dan persyaratan untuk mendapatkan santunan (klaim) jika terjadi kecelakaan pesawat terbang karena polis/bukti keikutsertaan asuransi penerbangan Jasindo dibawa oleh penumpang/tertanggung?" Petugas menjawab : " Sebaiknya polis/bukti penyertaan asuransi tersebut diserahkan kepada pengantar". Saya kembali bertanya : " Iya kalau ada pengantar, jika tidak ada pengantar atau ahli waris tidak tau kalau Tertanggung (Penumpang tsb) ikut Asuransi penerbangan Jasindo", bagaimana penyelesaian klaim tersebut?" Petugas menjawab : " Ahli waris akan diberitahu oleh Jasindo". Saya bertanya lagi: " Bagaimana Jasindo tahu ahl iwaris dari Tertanggung/Penumpang yang ikut asuransi penerbangan Jasindo?" Petugas menjawab : " Akan dihubungi" Bagaimana menghubunginya, sementara petugas hanya mencatat nama penumpang sesuai yang ada di airport tax/lembar check in (tidak lengkap dengan alamat dan nomor telepon dari penumpang tersebut). Ini yang tidak fair. Dan selama ini saya belum pernah membaca berita liputan bahwa Jasindo telah membayarkan asuransi penerbangan jika ada kecelakaan pesawat. Yang ada berita liputan Jasa Raharja telah membayarkan santunan kepada ahli waris korban penumpang kecelakaan pesawat ini itu (karena ini Asuransi Wajib tercover dalam UU 33/1964 dan manifestnya ada). Saran saya agar Jasindo fair dalam bisnis ini yaitu dengan menampakkan tulisan "Asuransi penerbangan sukarela Jasindo sehingga penumpang pesawat tidak terkecoh dan merasa dikibuli oleh Jasindo. Dan Jasindo lepas tangan jika ada kecelakaan pesawat, karena masyarakat taunya korban telah dicover oleh Jasa Raharja. Premi asuransi Jasindo lebih mahal (Rp.10.000,--) daripada premi Jasa Raharja (Rp. 6.000,-). Alangkah besar jumlah yang dipungut Jasindo jika satu pesawat ada penumpang 150 orang x Rp.10.000,-- = Rp.1.500.000,--/hari, jika sehari 100 penerbangan 100 x Rp.1.500.000,-- = Rp.150.000.000,-- jika sebulan 30 x Rp.150.000.000,- = Rp. 4.500.000.000,--, jika setahun 12 x Rp.4.500.000.000,-- = Rp. 54.000.000.000,-- , Ini pungutan besar sekali jumlahnya. efa_easy@plasa.com telepon di redaksi(nrl/)




Silahkan Login / Daftar untuk memberi tanggapan




SuratPembaca

Cari keluhan surat terbuka resmi dan curhat terbaru sebagai sarana komunikasi dari seluruh konsumen untuk produk terkenal di Indonesia.

Hubungi Kami

Silahkan hubungi kami jika ada pertanyaan dan menjadi partner
Jakarta, Indonesia
admin@suratpembaca.com
Senin - Jumat
09:00 - 17:00

Sosial