Surat Pembaca Indonesia

Bagasi Lion Air tinggal Kenangan, Janji Palsu Lion Air

Transportasi & Fasilitas Umum

Saya Magdarosa Nasution penumpang pesawat Lion Air Penerbangan Medan-Jakarta (MES-CKG), Flight No : JT 0399 Tanggal 16 November 2010 15.00-17.20 dengan jumlah bagasi 5 buah. Akan tetapi setiba saya di Airport Soekarno Hatta Jakarta, bagasi saya hanya berjumlah 4 buah dikarenakan 1 lagi bagasi yang saya miliki tidak ditemukan dengan Baggage Tag Numbers : JT 476946 berisi makanan basah yang mudah rusak (Bolu Gulung C&F 3 kotak dan bawang goreng 4 bungkus). Setelah saya konfirmasikan ketidakadaan bagasi saya tersebut kepada petugas Lion Air di bandara Soeta bernama Kiki (085691518***), beliau membuatkan tanda terima berupa Properti Irregularity Report (PIR) dan berjanji akan menemukan bagasi tersebut secepatnya. Saya sampaikan kepada petugas tersebut bahwa makanan yang ada di dalam bagasi tersebut hanya bertahan 2 hari. Sehingga petugas kiki menjanjikan secara lisan apabila bagasi tersebut di temukan pada keesokan harinya (17 November 2010) maka pihak Lion Air akan mengirimkan bagasi tersebut langsung ke alamat saya yang telah saya berikan kepada mereka, akan tetapi apabila ditemukan lebih dari 2 hari atau bagasi tersebut tidak ditemukan maka pihak Lion Air akan menggantikan sesuai isi dari bagasi saya tersebut, dengan statement: pihak Lion Air TINGGAL PESAN-BAYAR ke toko mana makanan tersebut dibeli kemudian akan diantar ke alamat tersebut. Dikarenakan hingga tanggal 18 November 2010 saya belum mendapat informasi, maka hari itu juga saya menghubungi saudara kiki dengan nomor telpon yang dia berikan kepada saya (tertera dalam PIR). Berdasarkan informasi dari beliau, bagasi saya tersebut belum ditemukan. Saya juga mengingatkan beliau bahwa barang yang ada dalam bagasi itu adalah makanan basah yang hanya bisa bertahan 2 hari (dalam arti hari ini terakhir makanan tersebut dapat dimakan), apabila lebih maka makanan itu rusak. Beliau mengingatkan janji di bandara waktu itu bahwa akan menggantikan isi dari bagasi tersebut sama PERSIS seperti yang saya miliki dengan kondisi yang masih baik dan dia akan menghubungi saya bila sudah ditemukan. Saya cukup tenang dengan janji saudara kiki, dalam pikiran saya Lion Air dengan nama besarnya memiliki pelayanan yang sesuai dengan nama besar maskapai penerbangan tersebut, cukup memuaskan. Ternyata lewat dari tanggal 18 November 2010 itu dia menghubungi saya menyatakan barang tersebut sudah ketemu dan akan diantar kemana? Saya jawab : Bukannya kemarin dijanjikan bila lebih dari tgl 18 November 2010 akan digantikan dengan isi yang sama persis, untuk bawang goreng yang masih dapat digunakan silahkan diantarkan saja, untuk bolu gulungnya saya tunggu penggantiannya (sesuai perjanjian di bandara). Saudara kiki menjawab akan mengirimkan bawang goreng tsb hari itu jg ke alamat saya, dan bolu gulung akan dipesan keesokan harinya dan langsung dikirim ke alamat saya. Beberapa hari kemudian saya ada kesempatan untuk datang ke airport soeta lagi, sehingga saya coba hubungi lagi pihak lion air. Ternyata saya justru di lempar-lempar seperti bola oleh petugas-petugas lion air di bandara Soeta. Amat sangat mengecewakan, sehingga saya berniat untuk menghubungi kantor pusat Lion Air sesuai dengan arahan petugas Lion Air tersebut yang ada dibagian kehilangan barang. Waktu sudah bergulir beberapa hari ternyata belum juga ada kabar dari pihak Lion Air. Secara proactive saya mendatangi kantor pusat Lion Air di daerah Gajah Mada Jakarta dengan saudari Intan : 0813.1031.0*** / 021 – 7168.8*** pada tanggal 28 Desember 2010 berharap masih ada harapan janji pihak Lion itu kepada saya. Saat saya sampaikan kondisi yang saya alami kepada mba Intan, kemudian beliau menghubungi saudara Kiki untuk mengkonfirmasi kasus saya tersebut dikarenakan menurut intan untuk kasus barang itu bukan urusan dari kantor pusat melainkan pihak bandara-lah yang seharusnya bertanggung jawab. Saudara kiki akan melakukan proses ulang terhadap kasus saya tersebut. Saya keberatan karena kasus saya ini sudah berjalan 1 bulan lebih masak harus diproses ulang, padahal janji kepada saya maksimal 2 minggu kasus ini sudah di selesaikan. Dari hasil konfirmasi kepada mba intan beliau mengatakan bila menggantikan dengan Rupiah maka bagasi saya dinilai dengan per kilo nya Rp 20.000,- sedangkan bagasi tersebut seberat 3KG maka saya diberi ganti rugi sebesar Rp.60.000,-. Akan tetapi janji saudara kiki bukan mengganti dengan Rupiah, tetapi dengan barang yang serupa dibeli di tempat yang sama. Kemudian saudari Intan bilang kalau memang janji saudara Kiki seperti itu maka mereka akan memenuhi sesuai dengan yang dijanjikan oleh saudara Kiki itu. Saya mendapat janji bahwa saya akan dihubungi dalam waktu beberapa kedepan hari apabila dalam beberapa hari tsb saya belum dihubungi oleh beliau maka saudara intan minta saya hubungi untuk mengingatkannya. Saya coba berkali-kali hubungi saudara Intan dengan telpon dan sms, akan tetapi tak 1 pun yang mendapat tanggapan, telpon saya tidak diangkat sms pun tidak dibalas. Bukan nilai dalam bagasi itu ataupun Rupiah-nya, akan tetapi wujud tanggung jawab atas kelalaian mereka sendiri, pemenuhan janji dan menjaga kepercayaan serta kepuasan penumpang dengan nama besar maskapai Lion Air yang tidak ada wujudnya. Saya merasa disepelekan oleh pihak Lion Air. Saya percaya nama besar Lion Air memiliki integritas yang cukup baik dalam menjaga kepercayaan dan kepuasan penumpang serta bertanggung jawab atas kelalaiannya. Melalui surat pembaca ini saya hanya berharap pihak Lion Air dapat menindak lanjuti keluhan dan kasus saya ini. Terima kasih atas perhatiannya. Magdarosa Nasution Raffles Hills Blok C3 No. 18 Depok Jawa Barat


1031 dilihat