Surat Pembaca Indonesia

Blue Bird Tidak Puas dengan Tip

Transportasi & Fasilitas Umum

Jakarta - Kamis siang, 12 Juni 2008 saya menggunakan Taksi Blue Bird MU 1323 dengan pengendara bernama Marjani. Saya naik dari Plaza Bapindo ke Kawasan Industri Pulo Gadung (KIP).Sampai di sana argo menunjukkan 63 ribu. Saya menanyakan apakah dia bersedia menunggu 1-2 jam. Marjani mengiyakan karena dia bisa istirahat dan menghemat bahan bakar. Karena beliau sudah mematikan argo saya tulis voucher 75 ribu (tip 12 ribu).Selesai meeting saya bertolak dari KIP ke Plaza sudirman. Sampai di sana dengan argo 46 ribu. Saya tulis voucher 60 ribu (tip 14ribu). Ternyata Marjani tidak puas dengan tip total 26 ribu. Beliau melarang saya turun dan memaksa saya memberikan uang cash 50 ribu. Dia memaksa dengan alasan sejak awal dia menjadi supir Blue Bird itu telah menjadi kebijakan perusahaan.Saya kaget. Saya telpon Customer Service (CS) Blue Bird dua kali. Kedua petugas CS menyatakan bahwa jika argo mati tidak ada biaya tunggu.Lalu saya sampaikan ke Marjani. Tetapi, beliau tetap tidak bisa menerima dan memaksa tetap meminta cash 50 ribu. Berarti total dia meminta tip 75 ribu.Karena saya sudah terlambat meeting dan kemacetan tambah panjang dan saya sudah ditegur satpam akhirnya saya bayar cash 175 ribu, dan dia baru mengizinkan saya turun, dan tetap menyatakan bahwa yang dia lakukan semata-mata karena merupakan kebijakan perusahaan Blue Bird.Saya pelanggan Blue Bird tiap hari. Selama ini baru satu kali saya bertemu supir pemeras seperti Marjani. Bagaimana tanggapan blue bird? Saya sebenarnya bisa bertindak keras. Tetapi, saya ingin menyelesaikan secara elegan. Saya tidak mengikuti cara preman Marjani, dan memilih untuk menyelesaikan via CS. Mudah-mudahan niat baik saya ditanggapi dengan baik oleh Blue Bird. Terima kasih. Errol SiahaanPlaza Bapindo Mandiri Tower Lt 26 Jakartaerrol.franklin@ogilvy.com0818991771(msh/msh)


769 dilihat